Densus 88 Satgaswil Sulbar dan Kemenag Pasangkayu Gelar Buka Puasa Kebangsaan, Santri Diajak Tangkal Ekstremisme

Minggu, 8 Maret 2026 21:38 WITA | Lukman Hakim

INFOO24JAM,-PASANGKAYU — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror Polri di Pondok Pesantren Abu Hurairah, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 19.30 WITA tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga diisi dengan sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada para santri dan masyarakat.

Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansari, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak Pondok Pesantren Abu Hurairah yang telah menyambut baik kehadiran tim pencegahan.

Baca juga:

Api, Jarah, Ancaman Demokrasi dan Jalan Keluar

Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri bersama Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, pimpinan pesantren, tokoh agama, dan para santri Pondok Pesantren Abu Hurairah berfoto bersama usai kegiatan buka puasa bersama dan sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Pasangkayu,

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya paham ekstrem yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” ujar AKBP Soffan Ansari.

Selain memberikan sosialisasi, tim pencegahan juga memberikan motivasi kepada para santri agar selalu bersyukur, rajin belajar, dan memiliki semangat tinggi dalam meraih masa depan. Menurutnya, para santri merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini, kami berharap para santri dapat menjadi benteng pertama dalam menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan, dan keutuhan bangsa dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme”.Tegas Soffan Ansari

Dalam kesempatan tersebut, Personil Pencegahan SGW Sulbar , Bripda Latfia A Bersama Bripda Yudha Hasmedia juga membagikan stiker edukasi terkait pencegahan paham IRET kepada para santri dan stakeholder yang hadir.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Pasangkayu, H. Muh. Hatta, S.Ag., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Densus 88 terhadap dunia pendidikan pesantren. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan wawasan penting kepada para santri.

 “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga menjadi awal silaturahmi yang baik dan ke depan kami siap berkoordinasi serta berkolaborasi dengan Densus 88, khususnya dalam upaya pencegahan paham radikal,” kata Muh. Hatta.

Ia juga berpesan kepada para santri agar menjadikan para personel yang hadir sebagai inspirasi untuk menjadi generasi bangsa yang berintegritas dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:

Kementerian PUPR Tegaskan Rekonstruksi Total Gedung DPRD Makassar Pasca Kebakaran

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh K.H Abdul Mukmin (Pimpinan Pondok Pesantren abu Hurairah) Risman S.E (Sekretaris Muhamadiyah Kabupaten Pasangkayu),Eka Herisuista S.Pd M.Pd (Sekretaris MUI Pasangkayu), Fandi (Sekretaris Wahdah Islamiyah), Ust Dirwan (Pimpinan Pondok Pesantren AL Jariyah), Tokoh Pemuda,Tokoh Masyarakat Pasangkayu Beserta Guru dan Seluruh Santri Ponpes Abu Hurairah Pasangkayu

Adapun rangkaian acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Kakemenag Pasangkayu dan Tim Pencegahan Densus 88, pembekalan kepada para santri, buka puasa bersama, sholat Maghrib berjamaah, hingga sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan sosialisasi pencegahan paham IRET ini diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai pondok pesantren di wilayah Sulawesi Barat sebagai upaya bersama menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *