Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, JAKARTA – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) tengah berpesta di kantor. Video berdurasi sekitar 51 detik itu viral setelah dibagikan akun Instagram @jabodetabek24info.id, memicu kecaman luas dari netizen.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pegawai mengenakan pakaian santai sambil berjoget di atas meja ruang rapat. Musik keras mengiringi aksi mereka, sementara beberapa di antaranya melakukan aksi sawer dengan menghamburkan uang. Lebih mengejutkan lagi, botol minuman keras tampak tergeletak di atas meja.
Aksi tak pantas ini pun menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai bahwa sebagai abdi negara, para ASN seharusnya memberikan contoh baik, bukan malah berpesta di lingkungan kerja.
“Yang dia injak itu uang rakyat. Menari di atas penderitaan rakyat,” tulis akun @mar***.
“Miris, ASN sekarang masuknya jalur apa sih? Kok bisa begini?” kata akun @fra***.
“Sudah saatnya bersih-bersih ASN! Yang tidak produktif dan job desk-nya sedikit, sebaiknya di-cut. Anggaran negara mubazir!” tambah akun @91t***.
Tak sedikit pula yang menyoroti perilaku pegawai berjilbab yang ikut berjoget. “Malu atuh, berjilbab tapi kelakuannya kayak gini,” sindir akun @ban***.
Menanggapi kehebohan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kutai Timur, Joni Setia Abadi, akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan pesta resmi melainkan sekadar hiburan setelah para pegawai lembur berhari-hari menjelang akhir tahun.
“Ini hanya acara hiburan biasa setelah pegawai lembur berminggu-minggu. Mereka bernyanyi karaoke untuk melepas penat,” ungkap Joni.
Joni juga membantah bahwa kantor memfasilitasi minuman keras dalam acara tersebut. Ia menduga bahwa botol minuman keras yang terlihat di video adalah milik pribadi salah satu pegawai.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan disiplin terhadap pegawai yang terlibat dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di lingkungan kerja,” tutup Joni.
Kasus ini pun kembali menjadi sorotan terkait etika dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan tugasnya. Publik pun menanti tindakan tegas dari pemerintah terhadap pegawai yang dinilai mencoreng citra abdi negara.