Heboh! Anak Babi Bermata Satu Lahir di NTT, Begini Penjelasan Polisi

Senin, 17 Februari 2025 13:31 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM, JAKARTA – Warga Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dikejutkan dengan kelahiran seekor anak babi bermata satu. Kejadian langka ini langsung viral di media sosial, memicu kehebohan di masyarakat.

Dalam video dan foto yang beredar, anak babi tersebut tampak memiliki satu mata besar di tengah dahi. Bentuk batok kepalanya pun berbeda dari babi pada umumnya, dengan telinga kiri yang disebut menyerupai manusia. Selain itu, lidahnya tampak menjulur keluar, semakin menambah keanehan pada penampilannya.

Menurut informasi yang beredar, anak babi unik ini lahir pada Jumat, 15 Februari 2025, sekitar pukul 06.00 WITA, di rumah seorang warga bernama Yohana. Kabar ini segera menyebar luas, membuat warga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung fenomena tak biasa tersebut.

Polisi Beri Penjelasan

Kapolsek Miomaffo Timur, Iptu Aris Salama, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, babi betina milik seorang warga bernama Samuel Ledo melahirkan tiga ekor anak babi, di mana dua di antaranya lahir dalam kondisi normal, sementara satu mengalami kelainan genetik.

Baca juga:

Festival Buloango Cup I Angkat Teater “Pillu Le Lahilote” di Bone Bolango

“Kami memastikan bahwa kejadian ini benar terjadi di Desa Oelami. Namun, ini murni disebabkan oleh kelainan genetik dan tidak berkaitan dengan hal-hal mistis,” jelas Iptu Aris dalam keterangannya kepada media.

Lebih lanjut, Bhabinkamtibmas Desa Oelami, Briptu Ryan Welsyah, yang langsung turun ke lokasi, mengungkapkan bahwa anak babi tersebut hanya bertahan hidup selama 15 menit setelah lahir. Untuk menghindari spekulasi liar di masyarakat, ia bersama pemilik babi segera menguburkan anak babi tersebut.

Baca juga:

Fatmawati Rusdi: LDII Mitra Strategis Pemerintah Wujudkan Sulsel Maju

“Kami berharap masyarakat tidak mengaitkan kejadian ini dengan isu-isu yang tidak benar atau berspekulasi secara berlebihan,” tegas Iptu Aris.

Fenomena langka seperti ini memang kerap menimbulkan berbagai tafsir di tengah masyarakat. Namun, para ahli menyebut bahwa kasus seperti ini biasanya terjadi akibat mutasi genetik atau kondisi langka yang disebut cyclopia, yakni kelainan perkembangan embrio yang menyebabkan pembentukan satu mata di tengah kepala.

Kejadian ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan berbagai spekulasi dan pendapat dari warganet. Namun, penjelasan dari pihak berwenang diharapkan dapat meredam berbagai asumsi yang tidak berdasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *