Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Guna mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing, Politeknik Kebangsaan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Integrasi Ilmu, Keterampilan, dan Nilai Kebangsaan”. Kegiatan yang melibatkan dunia usaha, industri, kerjasama (DUDIKA), dan pemerintah ini digelar pada Sabtu (27/9/2025) di VIP Zarona Coffee & Eatery, Gorontalo.
FGD tersebut dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Politeknik Kebangsaan. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A.
Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan kunci, seperti PT. Telkomsel, PT. Mimoza Lintas Nusantara, Bank Nasional Indonesia (BNI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Gorontalo, dan Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan pemateri ahli kurikulum dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Masrid Pikoli, S.Pd., M.Pd., Lillyan Hadjaratie, S.Kom., M.Si., dan Sri Ariyanti Sabiku, M.Pd. FGD menghasilkan berbagai masukan strategis untuk penguatan kurikulum dan kolaborasi konkrit antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Yayasan Putra Putri Kebangsaan, Dr. Trifandi Lasalewo, ST., MT., menyampaikan apresiasi dan menegaskan visi institusinya.
“Kami berkomitmen menjadikan Politeknik Kebangsaan sebagai kampus vokasi yang bukan hanya mencetak lulusan cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan setiap lulusan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan Gorontalo dan Indonesia,” ujarnya.
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian komitmen kampus dalam peningkatan kualitas. Sebelumnya, pada Senin (22/9/2025), Politeknik Kebangsaan telah mengadakan workshop “Transformasi Perangkat Pembelajaran Dosen: Relevansi, Inovasi, dan Kolaborasi” yang juga menghadirkan Dr. Masrid Pikoli.
Melalui serangkaian kegiatan ini, Politeknik Kebangsaan menegaskan fokusnya pada pendidikan vokasi yang berbasis praktik, kolaboratif dengan industri, dan mengedepankan penguatan nilai kebangsaan. Tujuannya, agar lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi tantangan global.