Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Koalisi hukum yang mendampingi keluarga MJ, mahasiswa yang meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala UNG Butaiyo Nusa, membantah narasi bahwa keluarga korban telah “ikhlas” menerima kejadian tersebut. Koalisi juga mengungkapkan bahwa keluarga sempat menolak tawaran otopsi dari kepolisian.
Penolakan otopsi tersebut diungkapkan oleh perwakilan koalisi hukum, Ali Rajab, dalam konferensi pers, Rabu (24/9/2025). Menurutnya, keluarga berkeinginan untuk memakamkan jenazah MJ dalam kondisi yang masih utuh dan “normal”.
“Polisi itu mau minta paksa otopsi. Mereka minta otopsi. Sementara keluarga korban itu memang tidak mau (otopsi),” jelas Ali Rajab.
Lebih lanjut, Ali menegaskan tujuan konferensi pers untuk membantah narasi yang beredar tentang penerimaan keluarga. “Maksud dan tujuan adanya konferensi pers ini sekali lagi kami tekankan untuk membantah narasi-narasi yang mengatakan bahwa keluarga korban ikhlas terhadap apa yang terjadi pada korban,” tegasnya.
“Orang tua mana yang ikhlas ketika anaknya merantau ke kampung orang untuk belajar, terus balik dalam keadaan meninggal?” tambah Ali.
Selain itu, koalisi hukum menyoroti adanya indikasi bahwa keluarga korban sempat dihalangi ketika akan melapor. Ali Rajab mengaku memaksakan agar laporan dibuat.
“Memang ada keluarga korban yang melarang untuk melapor, tapi saya sangat paksakan. Tiba-tiba mereka pulang melaporkan, saya ditelepon oleh polisi. Kenapa? Mereka disuruh pulang, jangan melapor. Saya heran, kenapa disuruh pulang?” kata Ali.
MJ meninggal saat mengikuti kegiatan diksar mapala UNG Butaiyo Nusa. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Kontributor