Insiden Kekerasan Pelatih Futsal Terhadap Siswa SD Viral, Korban Alami Cedera Parah

Senin, 28 April 2025 15:15 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Surabaya – Pertandingan futsal di Surabaya baru-baru ini mencuat ke publik setelah insiden kekerasan yang melibatkan seorang pelatih terhadap pemain lawan. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan pelatih futsal membanting seorang siswa SD hingga mengalami cedera.

Insiden tersebut terjadi dalam acara tahunan yang berlangsung di SMP Labschool Unesa 1, Jalan Kawung, Kemayoran, Surabaya, pada Minggu (27/4/2025). Pertandingan futsal ini diikuti oleh siswa SD/MI di Surabaya dan sudah memasuki babak semifinal, di mana MI Al Hidayah berhadapan dengan SDN Simolawang.

Tim Futsal MI Al Hidayah berhasil meraih kemenangan dan melaju ke babak final. Namun, sebuah insiden tidak terduga terjadi saat seorang pemain MI Al Hidayah melakukan selebrasi di depan penonton. Pelatih Tim Futsal SDN Simolawang, yang dikenal dengan inisial BZA (33), mendekati dan menarik seorang pemain berinisial BA (11) dari MI Al Hidayah, yang mengenakan nomor punggung 19, lalu membantingnya.

Meskipun siswa tersebut berusaha mempertahankan keseimbangan, ia jatuh dalam posisi duduk di lantai lapangan. Akibat tindakan kekerasan tersebut, keributan sempat terjadi di tengah lapangan.

Baca juga:

Pria Dipenjara Setelah Nabrak Bebek: Ganti Rugi Kambing yang Tak Terpenuhi

Bambang Sri Mahendra, ayah dari korban, menyatakan bahwa anaknya harus dilarikan ke rumah sakit setelah insiden itu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anaknya mengalami retak tulang ekor. Karena cedera yang cukup parah, Bambang melaporkan pelaku ke pihak kepolisian, dan jersey nomor punggung 19 milik korban diserahkan sebagai barang bukti.

Video insiden ini memicu beragam reaksi dari netizen. Banyak yang mengecam tindakan pelatih yang tega membanting pemain yang masih anak-anak. Beberapa komentar di media sosial antara lain:

“Udha tua kok marah sama bocil,” tulis akun @eko***.

“Tidak mencerminkan pelatih, malu sama anak didikmu,” tulis akun @mau***.

Baca juga:

Resmob Polda Sulsel Bekuk Residivis Spesialis Pembobol Kios di Empat Kabupaten

“Dalam olahraga kalah menang itu biasa, jangan terlalu sensi,” tulis akun @3be***.

“Yang menang merayakan, yang kalah tantrum,” tulis akun @azi***.

“Penjarakan saja. Itu termasuk penganiayaan,” tulis akun @pen***.

“Kalau belum siap kalah, jangan jadi pelatih atau pemain,” tulis akun @dia***.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai perilaku pelatih dalam olahraga dan dampaknya terhadap anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *