Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Wonosobo (Jawa Tengah) – Warga media sosial dibuat heboh dengan kemunculan Tugu Biawak di Wonosobo, Jawa Tengah. Bukan hanya karena desainnya yang nyaris menyerupai biawak asli, tapi juga karena biaya pembuatannya yang sangat terjangkau hanya Rp50 juta.
Tugu unik ini berdiri gagah di tepi Jalan Raya Nasional Ajibarang-Secang, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, tak jauh dari Jembatan Krasak yang dahulu dikenal sebagai Jembatan Biawak karena seringnya kemunculan reptil tersebut di area sekitar.
Menariknya, Tugu Biawak dibangun dengan tingkat detail yang mengesankan. Mulai dari tekstur kulit, ekspresi wajah, hingga posisi tubuh yang seperti sedang merayap di bebatuan—semuanya begitu nyata. Banyak pengendara yang melintas bahkan tak segan berhenti hanya untuk sekadar berfoto.
Namun bukan hanya bentuknya yang memukau publik. Biaya pembangunannya yang hanya menelan Rp50 juta dari Dana Desa membuat tugu ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang terkesima karena kualitas karya tersebut jauh melebihi ekspektasi, bahkan dianggap mengalahkan tugu-tugu ikonik lain yang menghabiskan dana miliaran rupiah.
Sebagai perbandingan, Tugu Penyu di Sukabumi dibangun dengan dana mencapai Rp15 miliar, Tugu Pesut di Kalimantan sebesar Rp1,1 miliar, dan Tugu Gajah di Gresik menelan anggaran Rp1 miliar. Namun semuanya justru menuai kritik karena hasil akhirnya dianggap tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Komentar netizen pun bermunculan:
“50 juta bisa realistis gitu, kalau 500 juta bisa hidup beneran kayaknya,” tulis akun @gas***.
“Visualnya benar-benar kayak nyata. 50 juta loh ini, yang miliaran malah kayak prakarya anak SD,” tambah akun @asy***.
“Ini proyek tanpa markup dan tanpa korupsi. Makasih Wonosobo, udah kasih contoh yang baik,” tulis @niz***.
“Tugu penyu 15M tapi bahannya dari kardus dan sekarang udah rusak,” sindir akun @ang***.
Tak pelak, Tugu Biawak kini disebut sebagai ikon baru Wonosobo yang tak hanya memikat secara visual, tetapi juga menjadi simbol efisiensi dan kreativitas daerah. Warganet ramai-ramai mengapresiasi transparansi dan niat baik di balik pembangunannya.
Sebuah pelajaran penting: ternyata, dengan anggaran terbatas dan niat tulus, sesuatu yang luar biasa tetap bisa terwujud.