Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID – Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar pembagian jamu seduhan gratis di jalur mudik Lebaran. Isu ini menjadi sorotan publik setelah beredar dugaan bahwa jamu yang dibagikan mengandung alkohol.
Dugaan tersebut mencuat setelah brand minuman beralkohol Orang Tua (@anggurkolesom_ot) mengunggah promosi terkait booth Jamu Seduhan yang tersebar di berbagai titik posko mudik, mulai dari Jakarta, Jawa, Bali, hingga Sumatra, pada 27-29 Maret 2025.
“Yuk kunjungi booth Jamu Seduhan Orang Tua waktu kalian mudik biar perjalanan kalian jadi makin berkesan. Hanya untuk 21+,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari netizen, terutama setelah seorang pengguna Instagram, @galuhchandri, mengunggah video imbauan agar pemudik Muslim lebih waspada terhadap minuman beralkohol yang dikemas dalam bentuk jamu. Video tersebut telah ditonton lebih dari 4,8 juta kali dan menuai perdebatan panas.
“Ini khusus buat pemudik Muslim yang mungkin tidak tahu kalau brand ini menjual minuman beralkohol. Tugas sesama Muslim hanya memberi tahu, keputusan akhirnya ada di tangan masing-masing,” tulisnya.
Dalam video itu, ia juga menunjukkan bahwa produk Beras Kencur Orang Tua memiliki kadar alkohol 14,7 persen. Video tersebut menampilkan cuplikan aktivitas pembagian jamu kepada pemudik di beberapa posko mudik Lebaran, menambah kekhawatiran publik.
Menanggapi kegaduhan ini, Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman, terutama yang belum memiliki sertifikasi halal.
“Jangan mudah tergiur dengan produk gratis atau kemasan tradisional yang tampak meyakinkan, tetapi tidak disertai jaminan kehalalan. Apalagi jika produk tersebut belum memiliki Sertifikat Halal resmi dari BPJPH,” ujar Muti.
Ia juga menegaskan bahwa minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 0,5 persen dikategorikan haram. Bahkan, jamu dengan kadar alkohol lebih dari 10 persen berpotensi menyebabkan efek mabuk, yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh pengemudi saat mudik.
MUI juga mengimbau produsen agar lebih transparan dalam memasarkan produk non-halal dengan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Di tengah polemik ini, Marketing Orang Tua Group, Daniel, akhirnya buka suara. Ia membenarkan bahwa pihaknya memang menggelar program pembagian jamu seduhan gratis di jalur mudik.
“Benar, kami menjalankan kegiatan Jamu Seduhan di beberapa titik jalur mudik dengan tujuan membantu pemudik menjaga stamina selama perjalanan,” kata Daniel dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa jamu yang dibagikan terdiri dari campuran jamu tolak angin, jamu pegal linu, beras kencur, madu, dan jeruk nipis, tanpa kandungan alkohol.
Selain jamu, booth tersebut juga menyediakan makanan ringan seperti permen, biskuit, wafer, dan kopi untuk para pemudik.
Daniel juga mengungkapkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan inspeksi di beberapa lokasi pembagian jamu, termasuk Terminal Kampung Rambutan dan Kalideres, Jakarta.
“Hasil verifikasi BPOM menunjukkan tidak ada produk yang mengandung alkohol di lokasi kegiatan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa berita yang beredar soal jamu seduhan mengandung alkohol tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Informasi yang beredar saat ini tidak benar,” pungkasnya.
Meskipun pihak Orang Tua Group telah memberikan klarifikasi, isu ini tetap memicu pro-kontra di kalangan masyarakat. Sebagian tetap meragukan keaslian produk yang dibagikan, sementara yang lain menganggap isu ini hanya kesalahpahaman yang diperbesar oleh media sosial.
Dengan tingginya perhatian publik terhadap isu ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilah informasi serta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk selama perjalanan mudik.