Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo — Yayasan BaKTI bersama KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) menggelar Workshop Collaborative Research Proposal Berbasis Isu dan Tantangan Wilayah di Provinsi Gorontalo pada 25–26 Februari 2026 di Aston Hotel Gorontalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari Forum Pengetahuan Peneliti Indonesia Timur yang difokuskan pada penguatan kapasitas penyusunan proposal riset kolaboratif.
Workshop ini dirancang untuk mendorong lahirnya proposal penelitian yang berangkat dari persoalan riil dan tantangan strategis di Provinsi Gorontalo. Pendekatan kolaboratif menjadi kunci, dengan mempertemukan berbagai aktor pembangunan agar riset yang dihasilkan tidak bersifat sektoral, melainkan lintas disiplin dan responsif terhadap kebutuhan daerah.
Sebanyak 35 peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi, pemetaan isu, hingga penyusunan kerangka proposal bersama. Mereka merupakan peneliti dari kalangan akademisi, pemerintah, NGO, Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), serta lembaga riset. Peserta berasal dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Ichsan Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, BAPPEDA Provinsi Gorontalo, komunitas penyandang disabilitas, serta peneliti independen di Gorontalo.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya berbagi pengalaman riset, tetapi juga mengidentifikasi isu prioritas pembangunan daerah, seperti penguatan ekonomi lokal, inklusi sosial, dan tata kelola berbasis data. Setiap kelompok menyusun rancangan proposal kolaboratif yang menekankan relevansi isu, kejelasan metodologi, serta potensi dampak kebijakan.
Hadir sebagai narasumber, Sumarni Arianto dan Salman Samir yang memberikan pendampingan teknis terkait desain riset kolaboratif dan strategi membangun kemitraan lintas sektor. Keduanya menekankan pentingnya penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan kebijakan berbasis bukti.

Melalui workshop ini, BaKTI dan KONEKSI mendorong terbentuknya ekosistem riset yang lebih terintegrasi di Kawasan Timur Indonesia. Proposal yang dihasilkan diharapkan menjadi fondasi kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam merumuskan solusi atas tantangan pembangunan di Provinsi Gorontalo.