Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

JAKARTA, INFOO24JAM.ID — Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) angkat bicara terkait munculnya klaim kepengurusan olahraga domino oleh sejumlah pihak.
Ketua Umum PB PORDI, Dr. Andi Jamaro Dulung, M.Si, menegaskan tidak akan terjebak dalam polemik terbuka, namun memilih menempuh jalur resmi untuk memastikan kejelasan dan kepastian hukum demi mendorong olahraga domino menjadi cabang olahraga prestasi nasional di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ).
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno PB PORDI yang digelar di Jakarta dan di hadiri oleh Wakil Ketua Umum Dr (C). H. Andi Rukman Nurdin Karumpa, Sekretaris Jenderal Prof. Dr. H. Mansyur Achmad, M.Si, serta para ketua bidang dan departemen PB PORDI pada Senin (12/1/2026).
Andi Jamaro Dulung, juga menegaskan bahwa langkah klarifikasi akan dilakukan melalui audiensi langsung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Kementerian Hukum dan HAM.
“Kami akan menyampaikan perkembangan terakhir organisasi sekaligus meluruskan berbagai narasi yang berkembang di ruang publik. Semua akan kami tempuh melalui mekanisme resmi dan konstitusional,” ujar Andi Jamaro.
pihaknya menilai klarifikasi perlu dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat menghambat pembinaan para atlet dan tidak ada organisasi lain yang mengajukan nama dan bidang serupa dengan PORDI.
“Meski demikian, munculnya organisasi lain yang mengatasnamakan olahraga domino dalam beberapa kesempatan—termasuk kehadiran pejabat publik dalam acara deklarasi—mendorong PB PORDI untuk mengambil sikap organisatoris melalui Rapat Pleno agar persoalan dapat didudukkan secara proporsional dan sesuai mekanisme yang berlaku.” tambahnya.
Selain itu , Sekretaris Jenderal Prof. Dr. H. Mansyur Achmad, M.Si, Menuturkan, kejelasan struktur dan legalitas organisasi sebagai cabang olahraga resmi menjadi faktor penting dalam proses pembinaan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi dan mempertegas komitmennya untuk tetap berada pada koridor aturan yang berlaku serta menghormati kewenangan lembaga negara dan induk organisasi olahraga nasional.
“ Organisasi ini (pordi) telah hadir sejak 6 tahun silam dan telah memiliki legalitas badan hukum Kemenkum berdasarkan rekomendasi KONI Nomor: 485 A/UMM/V/2022 tertanggal 24 Mei 2022.” Ucap Mansyur Achmad
Lanjutnya, PB PORDI juga menegaskan komitmennya menjaga citra domino sebagai olahraga yang bermartabat dan berprestasi sehingga. Pembinaan berjenjang, regulasi yang kuat serta etika pertandingan menjadi fondasi utama agar domino berkembang sehat dan profesional dari komunitas akar rumput hingga panggung nasional.
“ Perangkat organisasi telah lengkap dan Struktur kepengurusan juga telah terbentuk di 19 provinsi yang terikat oleh AD/ART serta pedoman pertandingan, hingga kode etik, kami juga sudah pernah melaksanakan event internasional yang melibatkan peserta dari berbagai negara di kawasan GBK Senayan,”.Tegasnya
Guru besar IPDN itu juga menekankan pentingnya konsistensi sikap dan dukungan para pemangku kebijakan agar proses formal olahraga domino dapat berjalan tertib, berkelanjutan, dan memiliki kepastian hukum.
Selain membahas legalitas, rapat pleno juga menyampaikan capaian organisasi selama enam tahun terakhir.Dengan capaian tersebut, PB PORDI menyatakan bahwa secara prinsip tinggal selangkah lagi organisasi domino (PORDI) memenuhi persyaratan yang ditetapkan KONI untuk menjadi cabang olahraga resmi.
Capaian PB PORDI dalam 6 Tahun Terakhir
Dalam Rapat Pleno, PB PORDI memaparkan sejumlah capaian organisasi selama kurun waktu 6 Tahun Terakhir, antara lain: