IPM Gorontalo 2025 Tembus Kategori Tinggi, Tapi Laju Pertumbuhan Melambat

Kamis, 6 November 2025 08:29 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo pada 2025 tercatat sebesar 72,62, menempatkannya dalam kategori tinggi untuk pertama kalinya. Angka ini tumbuh 0,85 persen dari IPM 2024 yang sebesar 72,01.

“Berdasarkan klasifikasi BPS, capaian 72,62 ini telah menempatkan Gorontalo dalam kategori tinggi, yaitu pada rentang 70 hingga 80,” jelas Plt. BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dalam rilis resminya, Selasa (25/3).

Meski menunjukkan peningkatan, kata Dwi, laju pertumbuhan IPM Gorontalo pada 2025 justru melambat. Pertumbuhan 0,85 persen ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2020–2024 yang mencapai 0,86 persen.

Analisis Berdasarkan Tiga Dimensi

Peningkatan IPM ini didorong oleh kemajuan pada tiga dimensi utama.

  1. Umur Panjang dan Hidup Sehat: Umur harapan hidup saat lahir (UHH) naik menjadi 71,06 tahun, atau tumbuh 0,47 persen.
  2. Pengetahuan: Harapan lama sekolah mencapai 13,18 tahun, meningkat 0,08 tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas tetap di angka 8,38 tahun.
  3. Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita (yang disesuaikan) naik signifikan sebesar 3,45 persen, dari Rp 11,54 juta pada 2024 menjadi Rp 11,94 juta pada 2025.

Peringkat Daerah dan Capaian Nasional

Secara nasional, IPM Indonesia 2025 berada di angka 75,90. Artinya, IPM Gorontalo masih berada di bawah rata-rata nasional.

Di tingkat daerah, disparitas masih terlihat. Kota Gorontalo memimpin dengan IPM 79,97, disusul oleh Bone Bolango (73,30) dan Gorontalo (71,54). Sementara itu, Pohuwato mencatatkan 70,59, Boalemo 69,89, dan Gorontalo Utara menjadi yang terendah dengan 69,62.

Baca juga:

Puluhan Napi Lapas Kutacane Kabur Menjelang Buka Puasa, Warga Panik dan Lalu Lintas Macet

“Pertumbuhan IPM tertinggi justru terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, sebesar 1,15 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah tercatat di Kabupaten Pohuwato sebesar 0,57 persen,” tambah Dwi.

Hanya Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara yang pertumbuhan IPM-nya pada 2025 lebih tinggi dari rata-rata periode 2020-2024. Empat kabupaten lainnya mengalami perlambatan.

Dwi menegaskan, peningkatan IPM ini menandakan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Saat ini, empat dari enam daerah di Gorontalo telah masuk kategori IPM tinggi.

Baca juga:

Merajut mimpi dari kawat: Kisah Mahasiswi UIN Alauddin Rintis Usaha Bunga

“Ini menunjukkan arah pembangunan manusia kita bergerak ke arah yang positif, meski masih perlu kerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari rata-rata nasional dan mengurangi kesenjangan antarkabupaten,” pungkasnya.

Pewarta : Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *