Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

MAKASSAR, INFOO24JAM – Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) Sulawesi Selatan menggelar kick-off penanaman 100 ribu pohon sebagai bagian dari gerakan nasional pelestarian lingkungan, Ahad (19/10/2025).
Aksi ini menjadi simbol peringatan 100 tahun JAI sekaligus kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan mendukung agenda hijau nasional.
Penanaman pohon dilakukan di lahan Bustan-e-Ahmad, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, yang merupakan milik JAI Cabang Gowa. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari seminar dan sharing session yang digelar sebelumnya oleh JAI Makassar bersama Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Rajudin, dan perwakilan Walhi Sulsel, Slamet Riyadi.
Dalam acara tersebut, sukarelawan menanam sebanyak 30 pohon dari enam jenis, yakni pohon durian, langsat, jengkol, matoa, jambu kristal, dan jeruk. Penanaman ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian alam,” ujar Achmad Syam, Ketua Yayasan Alam Lestari Asih Sesama (ALAS) Sulawesi Selatan yang juga panitia pelaksana kegiatan.
Nazir Mubarak, Mubaligh Ahmadiyah Cabang Gowa yang juga pengelola lahan penanaman, menyampaikan apresiasinya kepada para relawan. “Kami berterima kasih kepada para relawan ALAS yang telah membantu menghijaukan lahan ini. Semoga akan mendatangkan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Gerakan ini merupakan bagian dari target nasional penanaman 100 ribu pohon oleh JAI di lebih dari 360 lokasi hingga akhir Desember 2025. Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat serta menjadi ajang edukasi publik akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Alam terjaga maka masyarakat makmur,” ujar Achmad Syam menegaskan pesan utama gerakan tersebut.
Amir Nasional JAI, Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T., menyatakan bahwa penanaman pohon merupakan amanah moral dan spiritual dari Khalifatul Masih V, pemimpin global Ahmadiyah. “Setiap anggota Ahmadiyah diwajibkan menanam minimal dua pohon per tahun,” tegasnya saat memimpin penanaman di Ciseeng, Bogor.
Turut hadir dalam acara nasional di Bogor, Direktur PEPDAS KLHK, Nurul Iftitah, S.Hut., M.Si., yang menyambut baik gerakan ini. Ia menyebut inisiatif JAI sejalan dengan misi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor antara JAI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ICRP, dan Yayasan ALAS. Ini membuktikan bahwa komunitas keagamaan punya peran strategis dalam pelestarian lingkungan,” ungkap Nurul. (ANDI)