RSUD Daya Makassar Produksi Eco Enzym, Wujud Inovasi Pengelolaan Sampah dan Energi Ramah Lingkungan “PESONA DAENG”

Rabu, 9 Juli 2025 17:13 WITA | Lukman Hakim

MAKASSAR, INFOO24JAM – Rumah Sakit Umum Daerah Daya (RSUD) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan produksi eco enzyme yang dimanfaatkan untuk pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi Pesona Daeng (Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik serta Penghematan Energi), sebuah program berkelanjutan yang telah menjadi ciri khas RSUD Daya dalam mendukung upaya ramah lingkungan.

Diketahui, Eco enzym yang digunakan tersebut merupakan hasil olahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang difermentasi bersama gula dan air selama 3 bulan.

Baca juga:

Dosen Unisan Sidrap Diperkosa Rekan Kerja, Baru Berani Lapor Karena Sering Diancam Pelaku

Proses ini menghasilkan cairan serbaguna yang tidak hanya mampu menyeimbangkan ekosistem mikroba dalam limbah, tetapi juga membantu mengurangi bau tidak sedap serta mempercepat proses penguraian zat organik di IPAL.

Plt. Direktur RSUD Daya, Nursaidah Sirajuddin menyampaikan bahwa produksi eco enzym merupakan tindak lanjut dari upaya rumah sakit dalam menerapkan prinsip green hospital.

“Kami berkomitmen untuk menjadi rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan,” ucap Nursaidah Sirajuddin, Rabu (09/07/2025).

Baca juga:

Dari Lapangan Voli ke Pesan Damai: Upaya Densus 88 Sulbar Jaga Kedamaian di Mamasa

“Eco enzym ini merupakan hasil karya pegawai kami sendiri, sebagai bagian dari inovasi Pesona Daeng yang kami luncurkan sejak tahun lalu. Kegiatan ini juga tentu selaras dengan program Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Program Pesona Daeng tersebut juga mencakup pengelolaan sampah organik dan anorganik secara terintegrasi, termasuk penggunaan energi dengan bijak di rumah sakit.

“Pesona Daeng memiliki 7 Program Kerja lain yang kami singkat dengan Sapta Pesona, yakni online sistem untuk mengurangi timbulan sampah kertas, re-using barang-barang yang dapat digunakan kembali, konsumsi real food, peningkatan aktivitas fisik karyawan, penghijauan, daur ulang sampah dan penghematan energi,” ungkap inovatornya Rima Kusumah Dewi yang juga sempat menjuarai ajang Innovative Mayor Award (IMA) 2024 ini.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional rumah sakit.

“Tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap pengurangan pencemaran lingkungan di wilayah Kota Makassar,” ungkapnya.

RSUD Daya menjadi contoh nyata bahwa sektor pelayanan publik dapat menjadi pelopor inovasi ramah lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, RSUD Daya terus mendorong terciptanya ekosistem hijau yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan layak huni. (Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *