Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Jambi – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan para guru di Jambi menyeberangi jembatan gantung rusak untuk menuju lokasi ujian viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak empat orang guru berhati-hati melintasi jembatan yang berlubang besar dan hanya dilengkapi tali pengaman seadanya.
Para guru yang berasal dari SDN 117 Merangin, Provinsi Jambi, terlihat penuh kehati-hatian sambil menunggu giliran melintasi jembatan. Kondisi jembatan yang rusak parah membuat pemandangan tersebut mengundang simpati luas dari warganet. Mereka memuji dedikasi para guru yang tetap berjuang demi melaksanakan tugas mengajar.
Namun, setelah video tersebut viral, para guru yang terekam justru menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @lambe_turah, mereka menjelaskan bahwa video tersebut diambil untuk dokumentasi pribadi dan tidak bertujuan untuk menyudutkan pihak mana pun.
Para guru menjelaskan bahwa saat itu jembatan sedang dalam proses perbaikan, dan mereka terpaksa melewatinya karena harus menuju lokasi ujian sementara di sebuah madrasah. Akses menuju sekolah tidak bisa dilalui karena kerusakan infrastruktur. Kejadian ini berlangsung saat pelaksanaan ujian akhir kelas 6.
“Kami mohon maaf kepada pihak desa, Pemerintah Kabupaten Merangin, Bapak Bupati, dan Bapak Gubernur. Kami tidak bermaksud menjelekkan siapa pun. Video ini hanya dokumentasi pribadi atas pengalaman kami,” ujar salah satu perwakilan guru dalam video tersebut.
Video permintaan maaf tersebut kembali viral dan memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan alasan di balik permintaan maaf para guru, dan menduga adanya tekanan setelah video dokumentasi mereka menjadi viral.
“Kenapa ibu guru yang harus minta maaf? Seharusnya pemerintah yang introspeksi dan memperbaiki fasilitas umum,” tulis akun @lak***.
“Korban kok minta maaf? Ini aneh,” komentar akun @ram***.
Reaksi netizen menunjukkan keprihatinan atas kondisi infrastruktur di daerah serta sorotan terhadap sikap aparat terkait. Banyak yang berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki fasilitas umum demi menunjang pelayanan pendidikan di daerah terpencil.