BPS Soroti Tiga Dimensi Utama dalam Indeks Ketimpangan Gender (IKG)

Selasa, 6 Mei 2025 18:39 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pentingnya pengukuran ketimpangan gender dalam rangka persiapan Sensus Ekonomi 2026. Dalam rilis resminya pada 5 Mei 2025, BPS menyampaikan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dihitung berdasarkan tiga dimensi utama: Kesehatan Reproduksi, Pemberdayaan, dan Pasar Tenaga Kerja.

Pada dimensi Kesehatan Reproduksi, dua indikator yang digunakan yakni proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan dalam dua tahun terakhir di fasilitas kesehatan (MTF), dan proporsi perempuan yang melahirkan anak pertama sebelum usia 20 tahun (MHPK20). Ini mencerminkan akses dan kesadaran perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi yang memadai.

Dimensi Pemberdayaan mencakup persentase penduduk usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA dan persentase perempuan yang menjadi anggota legislatif, sebagai cerminan partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pengambilan keputusan publik.

Sementara itu, pada dimensi Pasar Tenaga Kerja, indikator yang digunakan adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan, yang menunjukkan sejauh mana perempuan terlibat dalam dunia kerja.

Baca juga:

Komitmen Kawal Aspirasi Warga Tallo, Haji Ismail: Akan Kita Sampaikan ke Dinas-dinas

Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan bahwa pengukuran IKG sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan nyata yang masih terjadi di masyarakat. “Indeks Ketimpangan Gender menjadi alat bantu strategis dalam merancang kebijakan yang inklusif. Di Gorontalo, kami melihat pentingnya intervensi kebijakan di sektor pendidikan dan lapangan kerja untuk memperkuat peran perempuan,” ujarnya.

Dwi juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas data gender melalui kerja sama lintas sektor di daerah. “Dengan data yang lebih akurat dan terperinci, kami berharap arah pembangunan ke depan lebih responsif terhadap isu kesetaraan gender,” pungkasnya.

Baca juga:

Tanggapi Tuduhan Plagiat, Muh Nur Tegaskan Siap Bertanggung Jawab dan Selesaikan Secara Akademik

BPS menekankan bahwa nilai IKG yang semakin kecil menunjukkan kesenjangan gender yang semakin rendah, yang berarti kondisi menuju kesetaraan semakin membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *