Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Bekasi – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi, Jawa Barat, tengah memalak seorang sopir viral di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @lambe_turah, oknum tersebut diduga meminta uang sebesar Rp1,5 juta kepada sopir lantaran kendaraannya telat uji KIR selama tiga hari.
Aksi tersebut sontak menuai kecaman warganet. Tak hanya karena dugaan pungutan liar (pungli), tetapi juga sikap arogan oknum Dishub yang terlihat marah dan mengancam saat mengetahui dirinya direkam.
Dalam video berdurasi singkat itu, oknum Dishub dengan nada tinggi mengancam akan membawa sang sopir ke Polres jika terus merekamnya.
“Jangan videoin, Pak! Nanti sampean saya proses ke Polres ya!” ucapnya dengan nada emosi.
Tak hanya itu, ia juga merendahkan sang sopir dengan menyebutnya tidak memiliki etika karena merekam tanpa izin.
“Sudah tua tapi tidak ada etikanya,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Namun, sang sopir tetap tenang dan bahkan menantang oknum Dishub tersebut untuk menindak dirinya sesuai aturan hukum.
“Iya enggak apa-apa kalau memang ada undang-undangnya, ada hukumnya, saya mau,” jawab sang sopir santai.
Video tersebut langsung viral dan memancing reaksi keras dari netizen. Banyak yang mengecam sikap arogan petugas Dishub yang dianggap sewenang-wenang.
“Mau lebaran, THR belum turun, eh malah palak sopir. Enggak malu sama seragam?” tulis akun @dhi***.
“Gayanya ngomong etika, tapi sendiri nggak punya etika. Kalau nggak salah, kenapa takut direkam?” sindir akun @ayo***.
“Sampeyan yang muda tapi nggak menghargai yang tua, Mas,” tambah akun @ant***.
Tak sedikit yang menyoroti kepanikan oknum Dishub saat sopir justru menantang diproses sesuai hukum.
“Dishub berharap si bapak jawab ‘nggak mau diproses di Polres’, tapi malah mau. Ngeblank dah Dishubnya,” tulis akun @jer***.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dishub Bekasi belum memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Publik pun menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang atas dugaan pungli yang kembali mencoreng citra aparat di lapangan.