Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pengantin wanita melakukan ritual unik untuk menghentikan hujan saat resepsi pernikahannya. Dalam video yang beredar luas, termasuk diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, terlihat sang pengantin melempar celana dalamnya ke atap rumah, sebuah tradisi yang diyakini dapat membuat hujan berhenti.
Video tersebut menunjukkan seorang wanita dalam balutan gaun pengantin putih dibantu oleh seseorang saat melempar pakaian dalamnya ke atap. Tak lama setelah ritual tersebut dilakukan, hujan dikabarkan reda dalam waktu lima menit, seperti yang terlihat dalam video lanjutan.
Tradisi yang Masih Diyakini Sejumlah Masyarakat
Mitos tentang melempar celana dalam ke atap rumah untuk menghentikan hujan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Ritual ini sering dilakukan dalam acara besar seperti pernikahan dan khitanan, dengan harapan cuaca akan bersahabat selama prosesi berlangsung.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti di mana dan kapan peristiwa tersebut terjadi. Kendati demikian, video tersebut langsung memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian menanggapinya dengan heran dan skeptis, sementara yang lain menyoroti bagaimana mitos semacam ini masih bertahan di era modern.
Netizen Beri Beragam Tanggapan
Fenomena ini menuai berbagai komentar dari warganet. Beberapa di antaranya mengkritik kepercayaan terhadap mitos tersebut, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian dari tradisi yang sulit dihilangkan.
“Nikah minta sakinah mawadah warahmah, tapi masih percaya mitos seperti ini,” tulis akun @dis***.
“Gimana mau jadi Indonesia emas 2045 kalau calon orang tuanya masih seperti ini,” ujar akun @sug***.
“Di tempatku masih ada yang percaya begini. Nggak percaya sih, tapi tradisinya masih jalan,” tambah akun @ine***.
“Entah sampai kapan mitos-mitos seperti ini bertahan di Tanah Jawa,” tulis akun @tya***.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, fenomena ini kembali mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap mitos masih melekat di beberapa lapisan masyarakat, meskipun zaman telah berkembang pesat.