Bawaslu Gorontalo Dorong Mahasiswa Berperan Aktif dalam Pengawasan Pemilu

Jumat, 26 Juni 2026 14:21 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Kepala Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam demokrasi tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga terlibat aktif dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu hingga pelantikan pejabat terpilih, kamis (25/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Fadjri saat memberikan sambutan pada kegiatan penandatanganan kerja sama antara Bawaslu Provinsi Gorontalo dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu kunci untuk menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Karena itu, masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, diharapkan memahami bahwa mereka memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengawasi seluruh proses penyelenggaraan pemilu.

“Dinamika pemilu tidak hanya mengajak masyarakat datang ke TPS untuk memberikan suara, tetapi masyarakat juga memiliki hak melakukan pengawasan sejak tahapan awal hingga proses pelantikan calon terpilih,” ujar Fadjri.

Ia menjelaskan, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, Bawaslu ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga terlibat dalam pembelajaran yang berbasis praktik dan diskusi mengenai persoalan-persoalan demokrasi di tengah masyarakat.

Fadjri mengatakan, setelah mengikuti proses pembelajaran, para peserta akan dilibatkan dalam forum diskusi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat selama penyelenggaraan pemilu. Dari hasil diskusi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan gagasan dan strategi pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran.

Baca juga:

Warga Digemparkan Temuan Mayat Pria Gantung Diri di Makassar

“Seluruh peserta akan diajak berdiskusi mengenai berbagai problematika yang dirasakan masyarakat, kemudian bersama-sama mencari solusi serta mengembangkan langkah-langkah pencegahan terhadap praktik-praktik yang dapat mencederai proses demokrasi,” jelasnya.

Melalui kemitraan ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap demokrasi, mampu menjadi agen edukasi di masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Pewarta : Saad Lintang WS

Baca juga:

Perjuangkan Hak Pekerja Migran, Aliyah Mustika Bawa Suara Daerah ke Diskusi Nasional IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *