Dari Lapangan Voli ke Pesan Damai: Upaya Densus 88 Sulbar Jaga Kedamaian di Mamasa
Minggu, 5 April 2026 13:10 WITA | Lukman Hakim
Foto bersama masyarakat Desa Pammoseang menjadi simbol kebersamaan dalam mempererat tali silaturahmi, menjunjung tinggi toleransi, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang damai dan harmonis.
Infoo24jam,id, Mamasa, Sulawesi Barat – Semangat kebersamaan dan persatuan tampak nyata di Desa Pammoseang saat Densus 88 Satgaswil Sulawesi Barat menggelar perlombaan olahraga voli dan sepak takraw, Minggu (5/4/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah di Kecamatan Mambi ini menjadi simbol kuat harmonisasi masyarakat dalam menjaga kedamaian dan ketentraman antara ummat beragama di wilayahnya.
Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai sportivitas, toleransi, serta mempererat hubungan antarwarga. Melalui pendekatan yang humanis dan inklusif, Densus 88 menghadirkan suasana hangat yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Perlombaan ini sekaligus menjadi media sosialisasi bahaya Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Dengan konsep kebersamaan, pesan-pesan pencegahan disampaikan secara santai namun efektif, sehingga mudah diterima oleh masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, merupakan salah satu wilayah yang pernah mengalami konflik antarumat beragam pada tahun 2003-2004 lalu
Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Anshari, menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara Densus 88 Satgaswil Sulbar, Pemerintah Kabupaten Mamasa, Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, serta Forkopimcam Mambi, bersama tokoh agama, tokoh pemuda, hingga mantan narapidana terorisme (eks napiter) beserta keluarga.
“Partisipasi tokoh agama, tokoh pemuda, serta eks napiter beserta keluarga menjadi bukti nyata bahwa persatuan dapat dibangun tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, agama, maupun masa lalu seseorang. Kita semua sama di mata Tuhan,” ujar Soffan Anshari.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 Satgaswil Sulawesi Barat juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kedamaian tidak hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan dan olah raga yang menjunjung nilai sportivitas
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi, serta mendukung upaya pencegahan berkembangnya paham IRET di wilayah Kecamatan Mambi khususnya.
“Desa Pammoseang pernah mengalami konflik antarumat beragama. Kita tentu berharap hal serupa tidak terulang kembali. Saling menjaga dan merangkul adalah kunci, apalagi ada anak-anak dan keluarga yang harus kita lindungi bersama,” tambahnya.
Densus 88 Satgaswil Sulbar menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan sebagai langkah preventif dalam mencegah berkembangnya kembali paham IRET di Sulawesi Barat, khususnya di Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa.
Di sisi lain, salah satu eks napiter turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai, kegiatan tersebut mampu membuka ruang kebersamaan tanpa memandang latar belakang.
“Sebagai bagian dari masyarakat dan juga eks napiter, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ini menjadi ruang untuk mempererat persatuan tanpa melihat perbedaan suku, agama, maupun masa lalu. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dijaga dan dikembangkan,” tutupnya.