Kampanye 16 HAKTP: Perempuan Melintasi Batas untuk Kebebasan dan Demokrasi di Gorontalo

Sabtu, 29 November 2025 17:59 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP), Lembaga Riset Hukum dan Gender (Leaders Institute) Gorontalo menggelar kampanye bertajuk “CILUKBA” (Ciptakan Lingkungan dan Ruang Aman serta Kebebasan Perempuan). Kampanye ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan memperkuat solidaritas dalam menghadapi kekerasan terhadap perempuan, dengan melibatkan masyarakat, aktivis, serta lembaga terkait di daerah ini. Sabtu, (29/11/2025).

Kegiatan yang dimulai pada 25 November, yang juga bertepatan dengan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), akan berlangsung hingga 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti camping, nonton bareng (nobar), serta diskusi tentang pentingnya ruang aman bagi perempuan dan advokasi terkait kekerasan seksual.

Dalam latar belakangnya, kampanye ini juga mengangkat persoalan kekerasan seksual di Indonesia yang semakin meningkat, dengan data dari Komnas Perempuan tahun 2024 menunjukkan adanya 3.166 kasus kekerasan seksual. Dalam hal ini, sebagian besar korban adalah pelajar dan perempuan usia muda, yang menunjukkan bahwa perempuan masih sangat rentan terhadap kekerasan, baik di ruang publik maupun privat.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan UU PKDRT, yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, para pengurus dan anggota Leaders Institute Gorontalo dapat memperdalam pemahaman tentang masalah kekerasan seksual dan femisida, serta memiliki kemampuan dalam mengadvokasi perempuan yang menjadi korban kekerasan,” ujar Hijrah Lahaling, Direktur Leaders Institute.

Baca juga:

Densus 88 Temui Munafri Arifuddin, Bahas Ancaman dan Pencegahan Radikalisme

Kampanye ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan di Gorontalo, mengingat potensi besar sumber daya alam di provinsi ini yang bisa memicu dampak sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk lembaga lokal dan nasional, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemberdayaan perempuan.

Melalui acara ini, diharapkan peserta dapat menyuarakan hak-hak perempuan, terutama dalam kasus-kasus kekerasan seksual dan femisida, serta dapat menyediakan mekanisme pengaduan yang memudahkan perempuan yang menjadi korban kekerasan untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Baca juga:

Tak Bawa KTP, Ibu Kesakitan Ditolak Berobat di Puskesmas, Netizen Geram

Kampanye 16 HAKTP dan perayaan “One Day One Voice” ini menegaskan bahwa kebebasan dan demokrasi bagi perempuan adalah hak yang harus diperjuangkan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *