Mahasiswa KKN UNG Desa Iluta Gelar Bimtek Pengelolaan Eceng Gondok: Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Minggu, 3 Agustus 2025 08:53 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-PMM) Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan terobosan kreatif bagi warga Desa Iluta. Mereka menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Eceng Gondok yang menjadi program inti KKN tahun ini.

Tak sekadar pelatihan biasa, bimtek ini mengupas tuntas tiga aspek penting: manajemen, produksi, dan pemasaran. Materi disampaikan secara teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat langsung mengolah eceng gondok menjadi kerajinan tangan bernilai jual.

Prof. Ismet Sulila, salah satu dosen pembimbing lapangan, menjelaskan bahwa pelatihan ini menyasar dua kelompok utama, yakni Dasawisma dan Karang Taruna.

“Harapannya, kedua kelompok ini tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengolah eceng gondok menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan para instruktur handal, di antaranya Sartika, Dr. Citron, dan Enci, yang membimbing peserta mulai dari teknik dasar pengolahan hingga strategi memasarkan produk. Mahasiswa KKN sendiri berperan aktif sebagai pemateri, memaparkan teori dan berbagi pengalaman kepada peserta.

Baca juga:

Ekspor Gorontalo Februari 2025 Tembus US$7 Juta, Naik 41 Persen Dibanding Januari

Lebih dari sekadar pelatihan, Prof. Ismet menegaskan bahwa kegiatan ini memberi manfaat ganda.

“Bagi mahasiswa, ini adalah pengalaman akademik sekaligus lapangan. Bagi masyarakat, ini menjadi bekal keterampilan yang bisa terus dikembangkan. Kami berharap pengelolaan eceng gondok ini dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga:

AMPI Soroti Dugaan Praktik Mafia BBM di SPBU Kota Uneng Sikka

Ia juga optimistis produk kerajinan eceng gondok dari Desa Iluta mampu menembus pasar terbuka.

“Kalau produknya berkualitas, pasti ada pasar yang menerima. Dampaknya tentu akan terasa langsung pada perekonomian para pengrajin,” katanya.

Bimtek ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan dosen pembimbing dalam menciptakan produk kreatif berbahan dasar eceng gondok. Lebih dari itu, kegiatan ini membuktikan bahwa dari bahan sederhana yang kerap dianggap limbah, dapat lahir karya bernilai tinggi yang mengangkat ekonomi lokal dan membangun kemandirian masyarakat.

Pewarta/Reporter : Saad Lintang WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *