HMI KOMDAK : Isu Lingkungan Wajib Disampaikan di semua ruang Perkaderan HMI

Kamis, 3 Juli 2025 17:53 WITA | Lukman Hakim

MAKASSAR, INFOO24JAM – Bumi dan seluruh isinya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Manusia, Pohon, Air, Udara, Hewan dan yang lainnya punya tanggung jawab yang tidak kecil untuk menjaga eksistensi bumi agar tetap sehat dan layak untuk dihuni.

Namun, semakin jauh, manusia semakin lupa dan secara tidak sadar mengabaikan tanggung jawab tersebut. Hutan dibabat, pohon ditebang, sungai dikeruk, laut ditimbun, udara dicemari, tanah digali, hewan-hewan diburu.

Pada akhirnya, dan sudah banyak terjadi, bencana di mana-mana, kerusakan alam semakin parah, pencemaran udara hampir di tiap daerah.

Berangkat dari semua masalah tersebut, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah dan Komunikasi Cabang Gowa Raya terpanggil untuk lebih peduli dengan lingkungan. Tidak hanya dikaji di ruang-ruang diskusi, namun pembahasan tentang pentingnya menjaga lingkungan akan dimasukkan di tiap proses perkaderan seperti Basic Training atau yang dikenal dengan LK1.

Hal itu disampaikan saat menggelar Bazar dan Dialog bertajuk “NDP dan Etika Lingkungan” di Warkop Mau.co, Kamis, (04/07/2025) malam.

Diskusi ini menjadi ruang dialektika yang penting untuk menyuarakan gagasan bahwa HMI tidak boleh abai terhadap isu-isu ekologis yang semakin krusial. Dalam sesi tanya jawab, salah-satu peserta memberikan pernyataan menohok bahwa NDP dan HMI terlalu elitis.

“Isu-isu dan masalah diakar rumput seperti lingkungan, tambang dan dampaknya secara sosial-ekonomi masyarakat bawah, itu luput dalam diskursus perkaderan HMI”, ujar Andi salah satu peserta dialog.

Menanggapi itu, Panji Hartono yang merupakan narasumber pada kegiatan dialog tersebut, ingin mendorong agar diskursus lingkungan ini menjadi materi penting dalam ruang perkaderan HMI.

Baca juga:

Munafri-Aliyah ke Pulau Bagikan Tunjangan Tenaga Pendidik-Kesehatan Hingga Seragam Gratis

“Diskursus lingkungan, termasuk etika lingkungan, sudah seharusnya menjadi bagian dalam perkaderan HMI, baik formal maupun informal,” ujar Panji Hartono.

Ia menekankan bahwa isu lingkungan hari ini telah menjadi isu internasional, sehingga ketidakpedulian terhadapnya mencerminkan ketertinggalan dan ketidakpekaan terhadap krisis global.

Dia menjelaskan, HMI sebagai organisasi intelektual, sudah seharusnya ikut bertanggung jawab dan aktif mengambil peran membahas dan mengkaji perihal isu-isu penting seperti lingkungan.

“Karena banyak kader HMI (termasuk di Cabang Gowa Raya) yang tidak lagi mendalami dan menghayati nilai perjuangan yang terdapat dalam teks NDP HMI, aktivitas politik organisasi yang dilakukan oleh anggota HMI lebih mencerminkan aktivitas politisi partai daripada aktivis mahasiswa. arah perjuangan kader HMI bukan lagi soal memperjuangkan nilai (termasuk nilai moral dalam merawat lingkungan), tapi lebih condong merawat koneksi dengan para elit demi sebuah jabatan kekuasaan,” jelas Panji.

Hal senada disampaikan oleh Rahmatullah Usman, ia menilai bahwa kesadaran lingkungan harus dibangun sejak awal proses kaderisasi.

“Sub-tema tentang lingkungan bisa mulai dimasukkan dalam materi basic training (LK1) sebagai bekal awal bagi kader agar memiliki kepekaan terhadap kerusakan ekologis, baik di lingkungan kampus maupun di lingkup global,” jelasnya.

Bazar Dialog ini tidak hanya menjadi wadah diskusi ideologis, tetapi juga sebagai bentuk advokasi intelektual agar HMI mampu merespons tantangan zaman dengan pendekatan progresif dan kontekstual.

Pernyataan kedua Narasumber disambut baik oleh Ketua Komisariat Dakwah dan Komunikasi, Faddal. Dia berharap agar wacana lingkungan tidak hanya menjadi pembicaraan sesaat, melainkan menjadi corak penting dalam kurikulum perkaderan HMI ke depan.

“Gagasan ini akan saya sampaikan ke seluruh komisariat dan Cabang Gowa Raya agar disambut dan dipatenkan sebagai wajah baru HMI. Dan semoga apa yang dilakukan Komisariat Dakwah dan Komunikasi ini di dengar PB HMI dan dikaji secara serius,” tutup Faddal.

Baca juga:

Makassar siap luncurkan 200 taksi listrik. Wali Kota Munafri dorong rekrutmen pengemudi lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *