Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID — Sebuah video viral memperlihatkan suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Tuban yang diwarnai aksi tidak pantas seorang pria diduga anggota dewan. Dalam video tersebut, pria itu tampak asyik mengisap vape atau rokok elektrik di tengah jalannya rapat resmi.
Video itu pertama kali dibagikan oleh akun X (dulu Twitter) @Mdy_Asmara1701. Terlihat jelas seorang pria duduk menghadap ke samping sambil memegang vape di tangan kanannya. Asap sesekali mengepul dari mulutnya, sementara anggota dewan lain tampak serius mengikuti jalannya rapat.
Momen tersebut berlangsung saat salah satu pimpinan DPRD menyampaikan agenda rapat dari podium. Layar di ruangan pun memperlihatkan tulisan “Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tuban”, memperkuat konteks kejadian.
Ketua DPRD: Rapat Harus Bebas Asap Rokok
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua DPRD Tuban Sugiantoro membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi saat rapat paripurna pada Rabu, 27 Mei 2025.
“Kami menyayangkan ada anggota yang merokok vape di ruang paripurna. Seharusnya ruangan ini bebas dari asap rokok agar tidak mengganggu anggota lain,” ujar Sugiantoro dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa DPRD Tuban telah menyediakan area khusus merokok di kantin. Pihaknya juga akan memanggil anggota yang terekam dalam video untuk dimintai klarifikasi.
Kecaman Netizen: Wakil Rakyat Harus Jadi Contoh
Aksi anggota dewan yang ngevape di ruang rapat menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai wakil rakyat.
“Kalau temannya enggak menegur, berarti udah biasa ngevape saat rapat,” tulis akun @bur***.
“Etika kurang, ditegur malah nyolot, jadinya ya begini,” tambah akun @eka***.
“Enggak sopan ngevape di ruang tertutup. Egois,” komentar @nat***.
“Buset, lagi rapat resmi kok masih ngebul. Sejam enggak ngevape bisa mati, apa gimana?” tulis akun @fad***.
“Ruang rapat itu ruang publik, bukan tempat santai. Harusnya kasih contoh, bukan bikin orang geleng-geleng. Lebih miris lagi, satu ruangan diam saja. Budaya saling menegur demi kebaikan makin langka,” kritik akun @roh***.
Insiden ini kembali membuka diskusi soal etika dan profesionalisme wakil rakyat di ruang publik. Masyarakat berharap tindakan tegas diambil agar kejadian serupa tidak terulang.