Mobil Mogok Usai Isi Pertamax Tercampur Air di SPBU Pucangsawit, Pertamina Angkat Bicara

Kamis, 13 Maret 2025 14:05 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Solo – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah mobil Honda HR-V mogok usai mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah. Video yang diunggah oleh akun X @Jateng_Twit itu langsung menjadi perbincangan hangat, ditonton lebih dari 1,3 juta kali.

Dalam video tersebut, dua teknisi dari bengkel resmi Honda tampak memeriksa kendaraan yang mogok di tengah jalan. Setelah dicek, ditemukan bahwa Pertamax yang diisi ke dalam tangki mengandung air, menyebabkan mobil tak bisa melaju setelah pengisian.

Tak hanya itu, pihak SPBU disebut-sebut mengganti biaya perbaikan dan BBM sebesar Rp 1 juta kepada pemilik mobil. Namun, yang menarik perhatian publik adalah permintaan SPBU kepada pemilik mobil untuk menghapus video yang sudah terlanjur beredar luas. Pemilik mobil menolak permintaan tersebut sebelum ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi.

“SPBU juga meminta penghapusan unggahan viral, tetapi pemilik mobil menolak sebelum ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi,” demikian tertulis dalam unggahan video tersebut.

Kejadian ini pun memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan nominal ganti rugi yang dinilai tidak sebanding dengan kerusakan kendaraan.

“Itu HR-V terbaru, ganti cuma Rp 1 juta, lu kira Sigra?” tulis akun @mah***.

“Satu juta? Lu pikir cukup? Turun mesin minimal Rp 30 juta itu!” cuit akun @rog***.

Baca juga:

Golkar Sulsel Gelar Bimtek Anggota Fraksi, Taufan Pawe Ajak Kader Jadi Mitra Kritis Pemerintah

“Ganti rugi cuma Rp 1 juta plus minta hapus video? Lo kira ini Honda Beat?!” ujar akun @pnp*** dengan nada geram.

Pertamina Buka Suara

Menanggapi insiden ini, PT Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara. Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, membenarkan kejadian tersebut yang terjadi pada Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Menurut Taufiq, ada dua konsumen—satu pengendara mobil dan satu pengendara sepeda motor—yang melaporkan kendaraannya mengalami gangguan setelah mengisi Pertamax di SPBU tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa penyebab kontaminasi adalah rembesan air akibat curah hujan tinggi yang masuk ke tangki penyimpanan SPBU.

“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa rembesan air dari curah hujan tinggi menjadi penyebabnya. Kami sedang menelusuri sumber pastinya,” ujar Taufiq dalam keterangan resminya.

Sebagai langkah tanggap, SPBU Pucangsawit langsung menghentikan layanan sementara dan bertanggung jawab dengan memperbaiki kendaraan serta mengganti BBM yang terkontaminasi.

“Pihak SPBU langsung menghentikan pelayanan dan bertanggung jawab dengan memperbaiki kendaraan di bengkel yang disepakati serta mengganti BBM,” tambahnya.

Taufiq memastikan bahwa Pertamina telah melakukan inspeksi dan memerintahkan SPBU tersebut untuk membersihkan tangki penyimpanan Pertamax. Pada Sabtu (8/3/2025), SPBU Pucangsawit pun kembali beroperasi normal.

Selain itu, Pertamina juga melakukan pengecekan ke seluruh SPBU di wilayah Solo guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. Hasilnya, seluruh SPBU di Kota Solo dinyatakan aman dan terbebas dari campuran air dalam BBM.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pengelola SPBU untuk lebih waspada terhadap kemungkinan kontaminasi, serta memastikan keamanan dan kualitas BBM bagi konsumennya.

Baca juga:

Mahasiswa KKN PMM Sosialisasikan Program “Peluk Bumi: Bebas Sampah, Bumi Sehat” di SDN 9 Desa Iluta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *