Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

Infoo24jam.id, Garut – Sebuah video yang memperlihatkan aksi sekelompok warga menggerebek warung kopi (warkop) di Garut, Jawa Barat, viral di media sosial. Aksi tersebut dipicu karena warkop tersebut tetap buka dan melayani pelanggan di siang hari selama bulan Ramadan. Video ini diunggah di akun Instagram @mood.jakarta dan menuai beragam komentar dari netizen.
Dalam video tersebut, tampak sekelompok massa mendatangi warkop dengan penuh emosi. Mereka membubarkan pengunjung dengan cara anarkis, bahkan melempar gelas dan merusak beberapa fasilitas di dalam warung. Seorang pria berpeci terlihat menegur salah satu pengunjung yang sedang minum kopi.
“Kenapa enggak puasa? Muslim bukan?” tanya pria tersebut dalam bahasa Sunda.
Pengunjung yang ditanya mengaku beragama Islam namun tidak berpuasa karena tidak sahur. Respons ini tampaknya semakin memicu amarah warga. Pria berpeci tersebut lantas membuang kopi milik pengunjung dan menyiramkannya ke meja.
Tak berhenti di situ, warga lainnya turut merusak fasilitas warung. Gelas-gelas dilempar hingga pecah, meja dan kursi diacak-acak, suasana memanas. Bahkan, seorang pengunjung yang hendak pergi tetap mengalami kekerasan fisik hanya karena terlihat merokok di warung tersebut.
Aksi main hakim sendiri ini memicu kecaman dari publik. Banyak netizen menilai tindakan warga tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan cara yang baik dalam menegur sesama umat Muslim.
“Tegurlah dengan baik. Jangan arogan. Muslim yang baik tidak begitu,” tulis akun @yog***.
“Sudah ada pemukulan, harus diproses hukum itu,” tambah akun @bha***.
Sementara itu, sebagian netizen juga menyarankan agar pemilik warung melaporkan tindakan pengrusakan tersebut kepada pihak berwajib.
“Laporin aja, pasal pengrusakan bisa kena itu,” ujar akun @yoy***.
Banyak pula yang mengingatkan bahwa ibadah, termasuk puasa, adalah urusan pribadi antara seseorang dengan Tuhan.
“Sholat, puasa, itu ibadah pribadi. Manusia lain hanya boleh mengingatkan, tidak boleh memaksa,” tulis akun @m_a***.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kejadian ini. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati, khususnya di bulan suci Ramadan ini.