Heboh! Siswa SD di Karawang ‘Berenang’ di Lapangan Sekolah, Orang Tua Protes Pungutan Biaya

Senin, 24 Februari 2025 15:58 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM, Karawang – Sebuah video yang memperlihatkan siswa sekolah dasar (SD) di Karawang, Jawa Barat, melakukan latihan renang di lapangan sekolah viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo, terlihat para siswa mengenakan seragam olahraga dan menirukan gerakan renang tanpa air di bawah terik matahari.

Fenomena tak biasa ini pun menimbulkan tanda tanya di kalangan netizen. Pasalnya, kegiatan renang biasanya dilakukan di kolam renang, bukan di atas tanah lapang. Seorang guru tampak memberikan instruksi di tengah lapangan, membimbing siswa dalam gerakan renang gaya dada, gaya bebas, hingga gaya punggung.

Rupanya, alasan di balik metode latihan unik ini adalah protes dari para orang tua siswa yang menolak pungutan biaya untuk kegiatan renang di kolam. Akibatnya, sekolah pun menghentikan sesi praktik di kolam renang dan menggantinya dengan latihan di lapangan.

Netizen Terbelah, Orang Tua Jadi Sorotan

Video ini langsung menuai berbagai reaksi dari warganet. Sebagian menyayangkan keputusan orang tua yang keberatan dengan biaya renang, sementara yang lain menduga adanya pungutan yang tidak transparan.

Baca juga:

Bobol Plafon Sel Merah, Tahanan Rutan Sinjai Kabur saat Fajar

“Kalau renang cuma teori, nanti masuk air bisa tenggelam bareng teorinya,” komentar akun @ala***.

“Dikira pendidikan gratis itu termasuk ekskul juga gratis? Kali ini aku salahin ortu yang protes iuran renang,” tulis akun @lap***.

Namun, ada juga yang membela sikap orang tua siswa. “Mungkin ortu protes karena biayanya nggak masuk akal. Banyak juga kasus pungutan sekolah yang sebenarnya lebih mahal dari harga aslinya,” ujar akun @riz***.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Polemik soal pungutan biaya pendidikan pun kembali mencuat, mengingat banyaknya keluhan orang tua terhadap iuran di luar SPP yang sering menjadi beban tambahan.

Baca juga:

Tren Positif Penanggulangan Kemiskinan di Gorontalo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *