Musprov Buntu, SC–OC Menghilang, Sekjen PORDI Tegaskan PB Ambil Kendali

Minggu, 28 Desember 2025 23:25 WITA | Lukman Hakim

INFOO24JAM, PALOPO — Musyawarah Provinsi (Musyprov) I Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palopo berakhir ricuh dan menemui jalan buntu.

Pengurus Besar (PB) PORDI secara resmi menyatakan Musyprov deadlock setelah forum kehilangan unsur penyelenggara dan tidak dapat dilanjutkan sesuai aturan organisasi.

Agenda utama Musyprov yang sedianya memilih ketua baru sekaligus meminta laporan pertanggungjawaban Pengprov PORDI Sulsel periode 2021–2025 itu terhenti mendadak.

Situasi memanas ketika Steering Committee (SC) dan jajaran Pengurus Provinsi meninggalkan arena sidang dengan membawa seluruh berkas persidangan.

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari para Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten/Kota se-Sulsel. Di hadapan Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Mansyur Semma, seluruh Pengda yang memiliki hak suara sah menyepakati dan menandatangani surat pernyataan bersama.

Dalam pernyataan sikap itu, Pengda menegaskan bahwa kebuntuan Musyprov terjadi bukan karena peserta, melainkan akibat absennya unsur penyelenggara. Mereka mengungkapkan, dari jajaran Steering Committee yang ditugaskan, hanya Sekjen PB PORDI yang hadir di forum.

Baca juga:

Menjaga Spiritualitas dan Komunikasi Positif di Hari Keenam Ramadhan 1446 H

Ketidakhadiran anggota SC lainnya membuat persidangan tidak memiliki arahan dan mekanisme pengambilan keputusan.

Selain itu, panitia pelaksana (Organizing Committee/OC) juga disebut tidak satu pun berada di lokasi saat persidangan dijadwalkan dimulai. Akibatnya, sarana administrasi dan teknis Musyprov tidak tersedia, sehingga agenda sidang lumpuh total.

Padahal, pada hari kedua persidangan, Ahad (28/12/2025) sekitar pukul 11.00 WITA, peserta dari Pengda Kabupaten/Kota telah hadir dan dinyatakan kuorum. Namun sidang tetap tak bisa dibuka karena ketiadaan SC dan OC.

“Atas kondisi tersebut, kami menyatakan Pengprov PORDI Sulsel periode 2021–2025 telah demisioner dan kepengurusan di bawah Andi Baso Riyadi Mappasule diambil alih oleh PB PORDI terhitung sejak hari ini,” demikian salah satu poin tegas dalam surat pernyataan Pengda.

Pengda juga menolak laporan pertanggungjawaban Pengprov PORDI Sulsel periode 2021–2025. Penolakan itu didasari kegagalan menyelenggarakan Musyprov serta tidak diserahkannya dokumen LPJ kepada peserta musyawarah. Bahkan, mereka secara terbuka menyatakan Andi Baso Riyadi Mappasule tidak lagi layak mencalonkan diri sebagai Ketua PORDI Sulsel pada periode mendatang.

Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Mansyur Semma, mengakui situasi tersebut berada di luar perkiraan. Ia menegaskan bahwa PB PORDI telah berupaya menjalankan tahapan sesuai AD/ART dan peraturan organisasi.

Baca juga:

Viral! Ejek Polisi Saat Razia Balap Liar, Remaja Ini Berujung Menangis Histeris

“Seharusnya ada pembahasan tata tertib karena itu turunan dari peraturan organisasi. Namun dalam proses itu terjadi hal-hal di luar dugaan sehingga tidak tercapai kesepakatan,” ujarnya.

Menurut Prof. Mansyur, posisi PB PORDI dalam Musyprov hanya sebagai pimpinan sidang. Ketika seluruh unsur penyelenggara tidak lagi berada di tempat, forum secara organisatoris tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

“Dengan tidak adanya SC dan panitia pelaksana, maka kami menyatakan Musyprov deadlock. Jika sudah deadlock dan diambil alih oleh tingkat di atasnya, maka tanggung jawab sepenuhnya berada di PB PORDI. Pengprov yang ada otomatis tidak lagi memegang kewenangan,” tegasnya.

Terkait surat pernyataan bersama Pengda, Prof. Mansyur memastikan seluruh poin akan menjadi bahan pertimbangan PB PORDI dalam mengambil keputusan lanjutan, termasuk soal pencalonan kembali ketua lama.

PB PORDI selanjutnya akan menunjuk caretaker untuk mengambil alih roda organisasi PORDI Sulsel. Caretaker ini diberi mandat menyiapkan Musyprov ulang paling lambat enam bulan ke depan.

“Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” katanya.

Meski Musyprov berakhir deadlock, Prof. Mansyur menegaskan optimisme terhadap masa depan organisasi. Ia memastikan polemik ini tidak akan mengganggu perkembangan PORDI ke depan.

“Kita semua sepakat menjaga marwah PORDI. Insya Allah, PORDI akan tetap jaya dan semakin besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *