Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan sosialisasi “Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual” bagi siswa-siswi SDN 13 Dungaliyo, Kecamatan Bongomeme, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini merupakan program tambahan untuk meningkatkan kesadaran dini tentang pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Bongomeme, Moh. Rizal Abudi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap perlindungan anak. Menurutnya, dampak psikologis dari perundungan dan kekerasan dapat berdampak jangka panjang, sehingga intervensi dini sangat penting.
“Baik bullying maupun kekerasan seksual dapat membawa dampak panjang bagi anak-anak. Karena itu, penting bagi kami untuk memberikan edukasi sederhana agar mereka tahu cara melindungi diri dan menghargai teman,” ujar Rizal. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan siswa agar berani mengatakan ‘tidak’ dan melaporkan apabila merasa tidak aman.
Kegiatan diselenggarakan secara interaktif agar materi mudah dipahami dan diserap oleh peserta. Metode yang digunakan antara lain penyampaian materi visual, diskusi kelompok kecil, serta permainan edukatif yang menyisipkan pesan moral tentang menghargai teman, menjaga batas persahabatan, serta keberanian bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN UNG tersebut. Kepala SDN 13 Dungaliyo menyatakan apresiasi setinggi-tingginya dan menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNG. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk mendukung program sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNG berharap dapat meninggalkan dampak positif di Desa Bongomeme, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif bahwa sekolah harus menjadi zona aman yang bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Diharapkan para siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta : Saad Sugai