Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

MAKASSAR, INFOO24JAM— Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, menyoroti fenomena masyarakat yang mengibarkan bendera One Piece menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Ia menegaskan bahwa bulan Agustus semestinya menjadi momen untuk menggaungkan semangat nasionalisme melalui pengibaran bendera merah putih.
“Ini kan bulan kemerdekaan, 17 Agustus. Ya, bendera merah putih lah yang menjadi kebanggaan kita,” ujar Fathur saat ditemui, Kamis (7/8/2025).
Ia mengingatkan bahwa bendera merah putih memiliki nilai historis dan emosional yang tinggi karena tidak mudah diraih oleh para pejuang bangsa. “Bukan apanya, bendera itu tidak gampang direbut, tidak gampang lagi dikibarkan, dan itu memang kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Fathur mengajak seluruh warga Kota Makassar untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajakan kolektif mencintai dan mengibarkan bendera nasional. “Ayo, kita bangga dengan merah putih kita. Saatnya kita kibarkan kebanggaan kita,” ajaknya.
Terkait persiapan Pemerintah Kota Makassar menyambut HUT ke-80 RI, Fathur menyebut telah disusun beberapa agenda resmi. Menurutnya, kegiatan yang dirancang mencerminkan semangat peringatan kemerdekaan secara sederhana namun meriah.
“Ya memang ada beberapa rundown dari pemerintah kota menyambut 17 Agustus. Termasuk imbauan untuk pengibaran bendera itu,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh rangkaian seremonial akan disesuaikan dengan tradisi masyarakat Makassar. “Seremonial kita sesuaikan dengan tradisi kita, bahagia tapi sederhana,” ucapnya.
Kegiatan seperti upacara, penurunan bendera, hingga ziarah ke makam pahlawan disebutnya sebagai agenda wajib. “Itu standar yang memang wajib untuk kita laksanakan,” katanya.
Namun, ia menekankan bahwa kemeriahan tidak berarti harus digelar secara glamor. Pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat agar acara yang diadakan tetap sesuai dengan kultur lokal.
“Artinya meriah tetapi sederhana dan apa yang disenangi oleh masyarakat. Tidak berarti glamour,” pungkas Fathur.
Menurutnya, kesederhanaan dalam perayaan tetap bisa menghadirkan kebahagiaan dan makna. “Banyak kegiatan yang kembali ke kultur kita, sederhana tapi berbahagia,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat bisa menikmati momen peringatan tersebut sebagai bentuk refleksi terhadap nilai perjuangan. “Seremonial itu adalah mengingat kembali arti daripada perjuangan, arti daripada 17 Agustus,” tutupnya. (Andi)