Spanduk Ajakan Perang Terbuka Muncul, Ketua PB IPMIL RAYA: Mari Perang Gagasan, Bukan Kekerasan!

Jumat, 25 Juli 2025 10:39 WITA | Lukman Hakim

Makassar,-Infoo24jam,-Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PB IPMIL RAYA) menyatakan keprihatinan dan kecaman keras atas tindakan brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) bertopeng dan bersenjata tajam yang menyatroni sejumlah kampus di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Umum PB IPMIL RAYA, Abd. Hafid, menyampaikan bahwa tindakan tersebut bukan hanya bentuk nyata dari premanisme dan tindakan provokatif, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap iklim akademik, ketertiban sosial, dan persatuan mahasiswa di Sulawesi Selatan.

“Kami mengecam dengan tegas aksi kekerasan dan intimidasi di ruang-ruang kampus. Kampus adalah ruang ilmu dan diskusi, bukan medan kekacauan atau arena teror yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas siapa dalang dan pelaku di balik peristiwa ini,” tegas Hafid melalui rilis yang dikirim keredaksi, Jum’at (25 Juli 2025)

PB IPMIL RAYA Tegaskan Mahasiswa Tana Luwu Tidak Terprovokasi

IPMIL RAYA juga mengimbau seluruh mahasiswa asal Tana Luwu yang tergabung dalam berbagai komisariat dan cabang IPMIL RAYA di Makassar untuk tetap menahan diri, menjaga kondusivitas, serta tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak jelas identitas dan tujuannya.

Baca juga:

Beautiful Malino 2025 Jadi Magnet Wisatawan, Bupati: Ini Bukti Ekonomi Rakyat Bangkit!

“Kami mengajak seluruh kader IPMIL RAYA untuk tetap tenang dan tidak ikut dalam pusaran konflik yang sengaja diciptakan. Kita jangan terprovokasi oleh kelompok bertopeng dan berhelm yang beraksi secara brutal tanpa memperlihatkan identitas. Itu bukan tindakan berani—itu tindakan pengecut dan licik,” ujar Hafid.

Hafid juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa asal Tana Luwu di Makassar bukan sebagai pendatang yang tidak punya tempat, tetapi sebagai anak negeri yang berhak hidup dan menuntut ilmu di tanah Sulawesi Selatan, tanah yang menjadi milik bersama seluruh warga Sulsel.

“Kami ingin tegaskan: Mahasiswa Luwu bukan pendatang di Makassar. Kami bagian dari bumi Sulawesi Selatan. Tidak ada satu pun kelompok yang bisa mengklaim Makassar sebagai miliknya dan seenaknya mengintimidasi mahasiswa lain,” lanjutnya.

“Kalau Mau Berperang, Mari Berperang dengan Gagasan”

PB IPMIL RAYA menyampaikan bahwa jika ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan perbedaan, kritik, atau gagasan, maka ruangnya adalah ruang akademik, dialog intelektual, dan forum ilmiah. Bukan dengan cara kekerasan dan intimidasi.

“Kalau mau berperang, mari kita berperang dengan ide dan gagasan. Kami siap berhadapan di ruang debat ilmiah. Tapi kami menolak segala bentuk adu fisik, kekerasan, atau tindakan intimidatif yang tidak mencerminkan sikap intelektual,” tegas Hafid.

Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum

PB IPMIL RAYA juga mendorong pihak kepolisian untuk tidak hanya merespons dengan patroli, tetapi mengambil langkah konkret penegakan hukum terhadap pelaku dan pihak yang diduga menjadi dalang di balik insiden ini.

“Kami menduga kuat ada motif tersembunyi dan potensi keterlibatan aktor intelektual yang sengaja memanfaatkan kelompok bertopeng ini untuk menciptakan konflik dan kekacauan antar mahasiswa. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Harus diusut secara menyeluruh,” tambahnya.

Seruan Persatuan Mahasiswa Sulawesi Selatan

Sebagai organisasi kedaerahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, intelektualitas, dan persaudaraan, PB IPMIL RAYA mengajak seluruh elemen mahasiswa di Sulawesi Selatan untuk bersatu menjaga kedamaian, menolak kekerasan, dan melawan segala bentuk upaya adu domba.

“Jangan sampai kita semua dijadikan alat oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan integrasi mahasiswa Sulsel. Kita harus tetap satu, menjunjung tinggi nalar, etika, dan semangat kemanusiaan,” pungkas Hafid.

Polrestabes Makassar Bergerak Cepat

Polrestabes Kota Makassar telah menyelidiki undangan perang terbuka yang terbentang di Fly over (FO) di jalan AP. Pettarani, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar

“Terkait dengan pamflet ajakan melakukan perang, kami dari Kepolisian sedang menyelidiki siapa yang menaruh pamflet tersebut,” ucap Kombes Pol Arya Perdana, saat ditemui.

Baca juga:

Pascakebakaran DPRD Makassar: Deretan Mobil Hangus Jadi Tontonan Warga

Ia akan memeriksa pelaku yang mengenakan spanduk tersebut yang mengakibatkan seseorang terprovokasi dan ikut dalam perang tersebut.

“Mulai dari CCTV, saksi-saksi kami selidiki,” ucapnya.

Pihaknya akan menindak tegas pelaku yang memasang spanduk tersebut.

“Pastinya akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan,” ucapnya. (Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *