Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Madura (Jawa Timur) — Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap petugas SPBU beredar luas di media sosial. Insiden yang terjadi di salah satu SPBU di Desa Bancelok, Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, itu terekam kamera CCTV dan menjadi viral.
Dalam video tersebut, tampak seorang pengendara mobil Honda Brio putih, mengenakan baju kuning, celana krem, dan kopiah, turun dari kendaraan untuk mengisi BBM. Pengendara tersebut memberikan kartu barcode kepada petugas sambil membuka tutup tangki mobil.
Petugas SPBU kemudian memindai barcode tersebut dan memeriksa nomor polisi kendaraan. Namun, terjadi ketidaksesuaian antara data barcode dengan pelat nomor mobil, sehingga petugas menolak melakukan pengisian BBM jenis Pertalite. Penolakan itu memicu ketegangan hingga berujung pada pemukulan oleh pengendara terhadap petugas.
Penjelasan Pihak SPBU
Dwi Indah Cahaya Ningsih, admin SPBU Jrengik, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan, pemukulan terjadi setelah petugas menolak permintaan pengisian BBM bersubsidi akibat ketidaksesuaian data barcode dengan pelat nomor kendaraan.
“Pengendara tersebut memaksa hingga akhirnya terjadi pemukulan terhadap operator,” ujar Dwi Indah dalam keterangannya, Kamis (26/4/2025).
Beruntung, insiden itu tidak berlanjut lebih jauh setelah petugas SPBU lain datang melerai. Pelaku pun akhirnya meninggalkan lokasi.
Tanggapan Polisi dan Reaksi Publik
Kapolsek Jrengik, AKP Heriyanto, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menyebutkan, meski korban belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Kasus ini menuai perhatian publik. Banyak warganet mengecam aksi arogan pengendara dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Beberapa komentar di media sosial menuliskan:
“Enteng banget tangannya mukul-mukul orang,” tulis akun @win***.
“Mohon untuk petugas SPBU jangan pernah mau damai please,” ujar akun @cal***.
“Kenapa polisi nunggu laporan resmi? Udah jelas-jelas kriminal,” tulis akun @gho***.
“Bisa diproses hukum pidana, minta visum dan video sebagai bukti,” tambah akun @des***.
Publik berharap, kasus ini diproses sesuai hukum agar memberikan efek jera dan melindungi petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur.