Bule Mengamuk di Klinik Bali, Rusak Alat Medis dan Bikin Panik Pasien

Senin, 14 April 2025 06:05 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Bali – Sebuah video yang memperlihatkan aksi brutal seorang warga negara asing (WNA) mengamuk di sebuah klinik di Bali viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun X (dulu Twitter) @neVerAl0nely, terlihat pria bule bertelanjang dada merusak fasilitas medis di Nusa Medika Klinik Pratama, Pecatu, Bali.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 05.00 WITA. Pria yang belakangan diketahui berinisial MCM, seorang turis asal Amerika Serikat, tampak kehilangan kendali. Ia membanting lemari, merobek gorden, dan merusak sejumlah alat medis di ruang rawat. Bahkan, aksinya nyaris mencelakakan pasien lain yang sedang menjalani perawatan.

Situasi di dalam klinik seketika berubah menjadi mencekam. Perawat, pasien, dan keluarga mereka panik dan berhamburan keluar ruangan, beberapa di antaranya tampak menangis ketakutan.

Kemarahan warganet pun membanjiri kolom komentar. Banyak yang mengecam sikap arogan sang bule dan menyinggung perlakuan istimewa terhadap turis asing di Bali.

“Emang begitu bule-bule di Bali, songong karena merasa Bali milik mereka,” tulis akun @nen***.
“Orang lokal terlalu ramah, jadinya turis jadi besar kepala,” sindir akun @nov***.

Polisi: Pelaku dalam Kondisi Tak Sadar Saat Tiba

Baca juga:

Annar Sampetoding, Bongkar Dugaan Pemerasan Rp5 Miliar oleh Oknum Jaksa

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku datang ke klinik bersama seorang rekannya menggunakan taksi online dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Karena pelaku masih tidak sadar, dokter dan perawat belum sempat melakukan pemeriksaan. Namun, saat pelaku sadar, ia langsung mengamuk dan sempat memukul temannya sendiri,” ungkap Sukadi.

Baca juga:

Perempuan di Garda Depan Perubahan: FAMM Indonesia dan Leaders Institute Gelar Diskusi Hari Perempuan Internasional 2026

Upaya rekannya untuk menenangkan situasi gagal. MCM justru semakin agresif, membuat kerusakan di ruang perawatan hingga mengancam keselamatan pasien lainnya. Petugas keamanan klinik lantas menghubungi aparat desa dan kepolisian untuk mengamankan situasi.

Pelaku akhirnya dapat ditenangkan setelah diamankan oleh aparat kepolisian. Ia kemudian dibawa ke Polsek Kuta Selatan bersama manajemen klinik untuk dimintai keterangan.

“Pelaku mengakui kesalahannya dan bersedia mengganti seluruh kerusakan yang ditimbulkan,” kata AKP Sukadi.

Hingga kini, kasus ini menjadi sorotan publik dan kembali memunculkan perdebatan soal batas toleransi terhadap perilaku turis asing di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *