Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFO24JAM.ID, Kabupaten Gorontalo – Suasana semarak menyelimuti kawasan Pasar Bongomeme, Senin (07/04/2025), saat ratusan warga Desa Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo tumpah ruah dalam perayaan Lebaran Ketupat. Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua larut dalam euforia tradisi tahunan yang kian lestari.

Mengusung tema “Moporame Kambungu” atau “Meramaikan Kampung”, acara ini digagas oleh kolaborasi para pemuda dan komunitas setempat, di antaranya Rema Muda Masjid Al-Andi’s Muhajirin, Badan Pengurus Kelompok Oi Rajawali, Keluarga Sincan Gorontalo, hingga warga Pasar Bongomeme.
Ketua Panitia Semarak Ketupat, Jemi Hinta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi turun-temurun yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun, tepat seminggu setelah Idulfitri.
“Suasana Lebaran Ketupat seperti ini sudah kami rasakan sejak kecil. Maka dari itu, kami berinisiatif untuk terus melestarikannya, meski dengan konsep yang sederhana,” ujar Jemi.
Menurut Jemi, persiapan kegiatan ini telah dimulai sejak minggu pertama Ramadan. Dukungan masyarakat yang besar menjadi semangat utama dalam menyukseskan acara ini.
“Alhamdulillah, meskipun tidak megah, kami tetap bisa menyuguhkan hiburan yang dinikmati oleh semua kalangan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Wahyu Hamzah, menambahkan bahwa lebih dari sepuluh jenis perlombaan digelar sejak siang hingga sore hari. Jenis lomba yang unik dan menghibur membuat acara semakin semarak.
Beberapa lomba yang digelar antara lain: lari karung, balap kerereng, rebut kursi, tiup balon, cukur kelapa, isi paku dalam botol, pakai jilbab sambil berjalan, tusuk jarum, hingga lomba-lomba tradisional lainnya yang mengundang gelak tawa para penonton.
“Kami ingin menghadirkan suasana gembira untuk semua warga, dari anak-anak hingga orang tua. Ini adalah cara kami menjaga kebersamaan dan kekeluargaan di desa,” ucap Wahyu.
Panitia berharap, tradisi Semarak Ketupat ini dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya, agar semangat kebersamaan dan keceriaan masyarakat Kaliyoso tetap terjaga di setiap perayaan Lebaran Ketupat.
“Selama kita masih punya semangat menjaga tradisi, kita harus terus menghidupkannya. Ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang warisan budaya yang mempererat kita semua,” pungkas Wahyu.