Patung Penyu Rp 15,6 Miliar di Sukabumi Rusak, Ternyata Cuma Kardus dan Bambu

Selasa, 4 Maret 2025 15:47 WITA | Ramansyah

KINIGORONTALO.id — Patung penyu ikonik yang berdiri megah di kawasan Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, patung yang disebut-sebut menghabiskan anggaran hingga Rp 15,6 miliar itu kini rusak dan terkuak fakta mengejutkan bahwa materialnya hanya terbuat dari kardus dan bambu.

Video yang memperlihatkan kondisi patung penyu yang rusak itu viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo. Dalam video tersebut, tampak bagian punggung patung penyu yang terkelupas, memperlihatkan struktur dalamnya yang tidak terbuat dari semen atau batu, melainkan kardus dan rangka bambu seadanya.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada patung, tetapi juga di trotoar, tangga, dan tembok penahan ombak yang tampak retak. Punggung patung tersebut bahkan terlihat kempes saat ditekan, semakin mempertegas kualitas material yang digunakan.

Klarifikasi Kontraktor: “Itu Resin dan Fiberglass”

Menanggapi hal ini, Imran Firdaus, perwakilan kontraktor proyek tersebut, menyebutkan bahwa patung penyu sebenarnya terbuat dari resin dan fiberglass. Ia menjelaskan penggunaan kardus sebagai media agar resin bisa menempel.

Baca juga:

Fenomena Antrean Panjang di SPBU Shell Usai Isu Pertamax Oplosan Mencuat

“Jadi si penyu itu memang bukan terbuat dari coran atau batu. Kardus di dalamnya sebagai media, karena kalau tidak ada kardus, resin tidak bisa nempel,” ujar Imran.

Imran juga meluruskan bahwa anggaran proyek tersebut sebenarnya sebesar Rp 15 miliar, namun setelah dipotong PPN menjadi sekitar Rp 13 miliar. Ditambah lagi, ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kekurangan volume dan denda keterlambatan yang mencapai hampir Rp 1 miliar, sehingga realisasi anggaran di lapangan tidak sebesar yang diberitakan.

Warganet Geram: “15 Miliar untuk Kardus?”

Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan transparansi dan kualitas pengerjaan proyek ini.

Baca juga:

Kapolres Gowa dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran di Barombong

“Resin apaan 15M?” tulis akun @god***.
“Ini sih bukan penyu tapi penyok,” sindir akun @bin***.
“Kalau di Bali itu layaknya buat ogoh-ogoh, dana 1 juta aja udah lebih dari cukup,” komentar akun @agu***.
“Dinas terkait dan inspektoratnya juga perlu diusut ini,” desak akun @joe***.

Sorotan publik yang semakin deras menuntut adanya transparansi penggunaan anggaran dan pengawasan lebih ketat dalam proyek-proyek pemerintah. Kasus ini menambah panjang deretan proyek infrastruktur yang dinilai tidak sebanding antara anggaran dan hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *