Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID – Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah dua personelnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar. Lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya dianggap mengkritik institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi mereka, @sukatani.band. Dalam video tersebut, dua personel band, Muhammad Syifa Al Lufti alias Electroguy (gitaris) dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel (vokalis), mengklarifikasi maksud dari lagu mereka.
Lirik Kritik yang Menjadi Sorotan
Lagu Bayar Bayar Bayar merupakan salah satu lagu dalam album Gelap Gempita. Salah satu bagian lirik yang menjadi sorotan adalah: “Mau bikin SIM, bayar polisi. Ketilang di jalan, bayar polisi.” Lirik ini dinilai sebagai bentuk kritik terhadap praktik yang kerap dikaitkan dengan oknum aparat kepolisian.
Electroguy menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya ditujukan untuk mengkritik oknum yang menyalahgunakan wewenang, bukan untuk mencemarkan nama baik institusi Polri.
“Saya ingin menegaskan bahwa lagu ini saya ciptakan sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian yang melanggar aturan, bukan untuk menyerang institusi Polri secara keseluruhan,” ujar Electroguy dalam video permintaan maaf.
Lagu Dihapus dari Platform Streaming
Menanggapi kontroversi yang muncul, pihak Sukatani telah menghapus lagu Bayar Bayar Bayar dari berbagai platform digital, termasuk Spotify dan YouTube. Hingga Jumat (21/2/2025) pagi, lagu tersebut sudah tidak lagi tersedia di akun resmi mereka.
Selain itu, band ini juga mengimbau masyarakat yang masih memiliki rekaman saat mereka membawakan lagu tersebut untuk segera menghapusnya.
“Jika masih ada yang menyimpan video saat kami membawakan lagu ini, kami harap bisa segera dihapus. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang mungkin muncul di kemudian hari,” tambah perwakilan band.
Pernyataan Tanpa Paksaan
Dalam video yang berdurasi sekitar dua menit itu, Electroguy menegaskan bahwa permintaan maaf mereka dibuat atas kesadaran sendiri tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.
“Permintaan maaf ini kami sampaikan secara sadar, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun, dan dapat kami pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.
Dukungan dari Musisi dan Publik Figur
Meskipun menuai kontroversi, band Sukatani tetap mendapat dukungan dari berbagai musisi dan publik figur. Sejumlah musisi lintas generasi memberikan semangat kepada mereka melalui kolom komentar di media sosial.
“Semangat, Sukatani. Maju terus!” tulis musisi Fiersa Besari.
“Aku bersama kalian,” ujar Iga Massardi, vokalis Barasuara.
Selain itu, komedian dan musisi Soleh Solihun serta Bisma Karisma juga memberikan dukungan moral kepada Sukatani. Di media sosial, warganet turut menyuarakan solidaritas dengan menggaungkan tagar #KamiBersamaSukatani.
Hingga berita ini diturunkan, video permintaan maaf Sukatani telah ditonton lebih dari 8,2 juta kali di berbagai platform media sosial. (**)