KONEKSI dan BaKTI Perkuat Jaringan Peneliti Indonesia Timur Lewat Pendekatan Kelembagaan

Jumat, 31 Oktober 2025 06:30 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Yayasan BaKTI, bekerja sama dengan Program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia), menggencarkan upaya penguatan kapasitas penelitian di Kawasan Indonesia Timur melalui pendekatan berbasis kelembagaan. Inisiatif ini bertujuan mengubah hubungan kerja sama individual antarpeneliti menjadi kemitraan kelembagaan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan dalam persiapan Forum Pengetahuan Peneliti Indonesia Timur yang digelar di Grand Q Hotel, Gorontalo, Kamis (30/10/2025). Forum tersebut dirancang sebagai platform strategis untuk menjembatani jaringan peneliti lokal dengan pemangku kepentingan kunci, seperti pemerintah dan sektor swasta.

Menurut Sumarni Arianto, Senior Information Officer Yayasan BaKTI, pendekatan kelembagaan ini sangat penting untuk memperluas dampak. “Melalui BaKTI, KONEKSI mendukung pengembangan dan pemeliharaan jaringan peneliti untuk mengubah relasi individual menjadi kemitraan kelembagaan. Hal ini penting untuk meningkatkan akses dan peluang bagi individu serta lembaga di Indonesia Timur agar dapat terlibat dalam kemitraan penelitian secara nasional dan internasional,” jelas Sumarni.

Peran Strategis Focal Point Gorontalo

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, peran Focal Point atau titik temu jaringan di setiap daerah menjadi kunci. Dr. Hijrah Lahaling, SHI., MH, Focal Point Jaringan Peneliti Provinsi Gorontalo, memaparkan tugas strategisnya.

“Peran Focal Point Gorontalo antara lain mengoordinasikan dan memfasilitasi program serta pertemuan jaringan di wilayah, membangun komunikasi dan kemitraan dengan para peneliti lokal, serta menjalin hubungan dengan Kepala Bappeda dan pelaku pembangunan lainnya di daerah,” ujar Dr. Hijrah.

Baca juga:

Menafsir Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Moral : Antara Ritual dan Integritas

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tugasnya juga mencakup mendorong pertukaran informasi dan hasil penelitian melalui berbagai media, berkoordinasi dengan focal point lain untuk menggagas ide penelitian kolaboratif, serta mengidentifikasi kebutuhan informasi dan peningkatan SDM peneliti di Gorontalo.

Program kolaborasi BaKTI dan KONEKSI ini merupakan jawaban atas sejumlah tantangan struktural yang menghambat dunia penelitian di Indonesia Timur, seperti terbatasnya akses pendanaan, jaringan, dan kapasitas kelembagaan. Cakupan program meliputi sembilan provinsi di kawasan timur Indonesia dengan fokus pada pembangunan ekosistem penelitian yang berkelanjutan.

Pendekatan kelembagaan diharapkan tidak hanya memperkuat posisi tawar lembaga penelitian lokal, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang. Program ini juga mengintegrasikan prinsip GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial) dalam setiap tahapan penelitian.

Kolaborasi BaKTI dan KONEKSI ke depan diharapkan dapat mempercepat pembangunan berbasis bukti dan inovasi di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus mempersempit kesenjangan penelitian antara Indonesia Barat dan Timur.

Baca juga:

Beautiful Malino 2025 Dimeriahkan 960 Rider dari Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *