Semarak Budaya 2025 Siap Hidupkan Identitas Lokal Enrekang di Alun-Alun Baraka

Jumat, 22 Agustus 2025 09:51 WITA | Lukman Hakim

ENREKANG, INFOO24JAM–Semarak Budaya 2025 akan digelar di Alun-Alun Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, pada sabtu 23 Agustus mendatang sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal melalui hiburan dan seni tradisional.

Semarak Budaya ini digagas oleh Anggota DPR RI Komisi X, Ir. Hj. Latinro Latunrung, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam semarak ini akan ditampilkan ragam pertunjukan seni khas Enrekang seperti Tari Dangke, Tari Barutung, dan musik bambu. Acara terbuka untuk umum secara gratis dan dimulai pada pukul 18.30 Wita.

Rafly Sawati selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa Semarak Budaya bukan hanya menghadirkan hiburan, tapi juga sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi kreatif masyarakat.

Baca juga:

Nenek 75 Tahun di Makassar Terlantar, Empat Anak Ditahan Karena Sengketa Warisan

“Kita ingin budaya lokal naik kelas dan bisa dinikmati generasi sekarang dengan cara yang seru,” ungkapnya, jum’at (22/8/2025).

Selain pertunjukan budaya, panggung utama juga akan dimeriahkan oleh penampilan Ari Lesmana sebagai bintang tamu. Kehadirannya diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih peduli terhadap seni daerah.

Rangkaian acara ini juga akan diramaikan oleh berbagai food tenant dan stan ekspresi kreatif dari komunitas lokal. Panitia berharap masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir dan meramaikan acara ini sebagai ajang silaturahmi budaya.

Dukungan dari berbagai pihak turut menguatkan harapan agar Semarak Budaya ini terselenggarakan dengan baik. Seperti datang dari Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro.

“Acara seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya kita. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menjadikan Enrekang bukan hanya dikenal dengan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan budayanya,” pungkasnya.

Semarak Budaya 2025 diyakini akan menjadi salah satu perayaan seni dan budaya paling meriah tahun ini di Kabupaten Enrekang. Momen ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi budaya lokal ke tingkat nasional. (andi)

Baca juga:

Mahasiswa KKN UNG Desa Iluta Gelar Bimtek Pengelolaan Eceng Gondok: Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *