Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, TANGSEL – Di tengah dominasi olahraga yang kerap dianggap milik laki-laki, seorang gadis kecil berusia 9 tahun membuktikan bahwa mimpi dan semangat tak mengenal batas gender. Inara Anindya Myesha, siswi asal Tangerang Selatan, telah jatuh cinta pada sepak bola sejak usia dini dan kini bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional perempuan Indonesia.

Sejak kecil, Inara begitu ia akrab disapa lebih sering terlihat di lapangan bola ketimbang bermain boneka seperti kebanyakan anak perempuan seusianya. Minatnya pada sepak bola tumbuh berkat sang ayah dan kakak laki-lakinya yang sering mengajaknya menonton pertandingan.
“Awalnya cuma ikut-ikutan kakak main bola. Lama-lama, saya merasa sepak bola itu menyenangkan dan bikin semangat,” ujar Inara sambil tersenyum.
Inara Anindya Myesha, tunjukkan semangat luar biasa di dunia sepak bola. Bermain sebagai center back di Klub Tunas PPR, ia bercita-cita mengenakan jersey Timnas Putri Indonesia dan mengharumkan nama bangsa
Kini, Inara rutin berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas PPR, Pondok Ranji, Ciputat Timur. Meski mayoritas pemainnya laki-laki, ia tak gentar. Bahkan menurut sang ayah, Bintoro, Inara menjadi salah satu pemain paling disiplin dan penuh semangat di timnya.
“Dia punya tekad besar. Kalau terus diasah, saya yakin dia bisa jadi pemain hebat di masa depan,” kata Bintoro.
Mimpinya tidak main-main. Inara ingin suatu hari mengenakan seragam Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ia mengidolakan sejumlah pemain timnas putri, salah satunya Claudia Scheunemann.
Dukungan penuh datang dari kedua orang tuanya.
“Kami bangga dia punya mimpi besar dan semangat tinggi. Selama itu positif, kami akan terus mendampingi dan membimbingnya,” ujar sang ibu.
Tak hanya berlatih rutin, Inara kini sedang mengikuti Turnamen U8 Liga Askot PSSI Tangsel 2025. Di klub Tunas PPR, ia dipercaya menempati posisi Center Back, pemain yang bertugas menjaga pertahanan di jantung lini belakang. Tahun lalu, timnya berhasil meraih juara ketiga di ajang yang sama.
Perjalanan Inara masih panjang, namun langkah awal yang penuh semangat ini menjadi bukti bahwa sepak bola bukan lagi milik satu gender. Anak-anak perempuan pun berhak bermimpi besar. Seperti Inara, mereka bisa berlari di lapangan hijau, menggiring bola, dan suatu hari berdiri bangga mengenakan jersey Merah Putih.