Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Bandung – Sebuah video yang menampilkan aksi nekat seorang pemuda membawa senjata tajam (sajam) di Desa Jelegong, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) ini menuai kecaman luas dari netizen.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo dan langsung menjadi sorotan warganet. Dalam rekaman, pria yang mengaku sebagai anggota Karang Taruna itu terlihat mengamuk, merusak pagar, serta memecahkan kaca rumah warga sembari mengacungkan sajam.
“Seorang pemuda yang mengaku anggota Karang Taruna dilaporkan melakukan tindakan pengerusakan dan mengancam warga dengan senjata tajam di Desa Jelegong, Kutawaringin, Bandung, Jawa Barat,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Dugaan awal menyebutkan, amukan pemuda itu dipicu oleh kekecewaannya karena proposal Tunjangan Hari Raya (THR) yang ia titipkan tidak mendapatkan respons. Emosi yang tak terbendung membuatnya datang dengan membawa sajam dan melakukan aksi perusakan.
Dalam video, pemuda tersebut berteriak marah sambil mengacungkan senjata tajam, bahkan mempertanyakan alasan dirinya dipukul.
“Saya putra daerah. Saya Karang Taruna. Kenapa saya dipukul?” teriaknya dengan nada tinggi.
Aksi brutal ini membuat pemilik rumah ketakutan dan segera melapor ke Polsek Soreang. Pihak kepolisian pun telah turun tangan untuk menangani kasus ini.
Tak butuh waktu lama, video tersebut memancing reaksi keras dari netizen. Banyak yang mengecam tindakan pemuda tersebut, menilai aksinya arogan dan tidak masuk akal.
“Kerja kagak, minta THR, lu waras nggak?” tulis akun @alh***.
“Kontribusi lo apa buat warga lo? Gak ada yang minta lo jadi ormas juga. Warga juga nggak wajib bayar THR lo,” sindir akun @set***.
“Kenapa saya dipukul? Karena emang harus dipukul,” komentar akun @riz*** dengan nada satire.
Fenomena seperti ini kembali memantik perdebatan soal budaya meminta THR secara paksa oleh kelompok tertentu. Warganet pun menantang, apakah mereka berani meminta THR langsung kepada pejabat tinggi?
Kini, publik menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan kejadian serupa tak terulang di kemudian hari.