Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Jakarta – Aksi pemotor yang melanggar aturan kembali menjadi sorotan. Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pengendara motor nekat melintas di trotoar dan malah memarahi seorang pria yang duduk santai, viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun X @Pai_C1, terlihat para pemotor, termasuk beberapa driver ojek online (ojol), memaksakan diri menerobos trotoar meski jalannya sempit. Namun, mereka justru terhalang oleh seorang pria yang duduk di bawah tiang listrik sambil bermain handphone.
Bukannya meminta maaf atau mencari jalan lain, salah satu driver ojol di barisan terdepan justru beradu argumen dengan pria tersebut. Ia tampak kesal dan beberapa kali menarik gas motornya, seolah meminta pria itu menyingkir. Namun, pria yang duduk santai itu hanya bergeser sedikit dan tetap bertahan di tempatnya.
Saat akhirnya berhasil melewati pria tersebut, bukannya merasa bersalah, pengemudi ojol itu malah sempat menoleh dan berbicara dengan nada yang tampak menyalahkan pria tersebut. Peristiwa ini diketahui terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/3/2025).
Video tersebut langsung menjadi perbincangan warganet. Banyak yang geram dengan ulah para pemotor yang dengan sengaja melanggar aturan lalu lintas dan bersikap arogan terhadap pejalan kaki.
“Gimana negara mau maju kalau orang-orangnya aja kayak begini. Budaya kok melanggar aturan dan gak ngerasa salah,” tulis akun @_17***.
“Pengendara yang lewat trotoar dan melawan arah itu kumpulan manusia egois. Benci banget gw sama mereka,” komentar @grs***.
Sementara itu, beberapa netizen menyarankan agar pelanggaran ini ditindak tegas dengan bukti video yang beredar.
“Kalau saya jadi polisi, tinggal catat nomor polisinya, kirim surat tilang, beres!” ujar akun @rvq***.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk kendaraan bermotor. Aksi seperti ini tak hanya melanggar aturan, tetapi juga mencerminkan kurangnya kesadaran berlalu lintas di masyarakat. Apakah perlu tindakan lebih keras untuk menertibkan pemotor yang nekat menerobos trotoar?