INFOO24JAM.ID,JAKARTA-Koperasi BUMI bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Kekayaan Intelektual bagi para anggota koperasi
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Koperasi BUMI dalam meningkatkan daya saing usaha anggotanya, khususnya di sektor kuliner.
Acara dibuka dengan sambutan hangat Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat, Yuke, yang hadir bersama Ketua Koperasi BUMI, Helly pada Kamis (14/8/25). Bertempat di Kantor Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat,
Dalam kesempatan ini, Helly menegaskan bahwa Koperasi BUMI memiliki skema unik berbeda dari koperasi pada umumnya. Alih-alih simpan pinjam uang tunai, koperasi ini memberikan pinjaman dalam bentuk bahan baku dan produk penunjang usaha, seperti tepung terigu, gula, dan bahan lain yang langsung dapat digunakan oleh anggotanya.
“Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar langsung mendukung usaha anggota, bukan sekadar dana tunai,” ujar Helly.
Dari 800 anggota Koperasi BUMI, sebanyak 27 pelaku usaha terpilih mengikuti pendampingan ini setelah melalui kurasi ketat. Pendampingan yang difasilitasi Koperasi BUMI ini meliputi pembiayaan pendaftaran merek, sehingga para anggota tidak terbebani biaya administrasi.
Dona Prawisuda, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Pelayanan KI Kanwil Kemenkumham Jabar, memaparkan pentingnya perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Dalam paparannya, Dona menjelaskan pengertian kekayaan intelektual dan ragamnya, mulai dari merek, hak cipta, desain industri, paten, hingga rahasia dagang.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan penelusuran merek. Langkah ini dilakukan agar para anggota dapat memastikan merek yang akan mereka daftarkan unik dan sesuai dengan identitas usaha masing-masing.
Kerja sama antara Koperasi BUMI dan Kanwil Kemenkumham Jabar ini bukan kali pertama dilakukan. Pendampingan serupa telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut, bahkan telah diikat melalui Memorandum of Understanding (MoU).
“Kami berharap para pelaku usaha anggota koperasi semakin paham pentingnya perlindungan merek, sehingga bisa berkembang dan bersaing di pasar,” pungkas Dona.
Dengan pendampingan ini, Koperasi BUMI tak hanya menjadi wadah simpan pinjam, tetapi juga motor penggerak kemajuan usaha anggotanya di Jawa Barat.