Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

MAKASSAR, INFOO24JAM – Polisi dalami dugaan pembunuhan anak kandung usia dua bulan di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.
Kapolsek Panakukang, AKP Aris Satrio Sujatmiko menuturkan bahwa pihaknya masih mendalami dugaan pembunuhan tersebut.
“Untuk saat ini masih kita lakukan pendalaman terhadap ibu korban,” ujar AKP Satrio, Minggu (06/07/2025).
Tidak hanya itu, ia menyampaikan bahwa orang tua anak tersebut memiliki ganguan kejiwaan.
“Kami duga melakukan perbuatannya tapi harus kami minta pendamping psikolog sepertinya ada gangguan psikologi,” ujarnya.
Lanjut, dari keterangan yang didapatkan itu belum jelas. Diketahui pelaku tersebut memiliki gangguan riwayat.
“Keterangan ini berubah-ubah makanya kami nanti pastikan lagi untuk pendampingan dari pihak ke psikologi, masih dalami masih simpan siur tapi kami dapatkan informasi awal adanya gangguan psikologi,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian melakukan pendampingan dari psikolog untuk mengetahui apakah pelaku tersebut memiliki riwayat.
“Untuk lebih lanjut kami nanti kita akan meminta pendamping dari psikolog dan untuk sementara sudah ada dari pihak PPA,” ungkap AKP Aris Satrio.
Sementara ini, korban telah dibawa ke rumah sakit guna untuk melakukan autopsi.
“Untuk korban sudah kami bawa ke rumah sakit dan akan dilakukan visum dan otopsi,” ungkapnya.
Sebelumnya telah diberitakan, seorang ibu berinisial N (25) tega menghabisi nyawa anak laki-lakinya yang berusia 2 bulan menggunakan toples.
Kapolsek Panakukang, AKP Aris Satrio Sujatmiko mengatakan bahwa dugaan seorang ibu melakukan tindak kekerasan yang mengakibatkan anaknya sendiri meninggal dunia.
“Dapat kami jelaskan bahwa adanya dugaan pembunuhan terhadap bayi,” ucap AKP Aris Satrio, Jumat (05/07/2025) dini hari.
Kapolsek Panakukang mengatakan bahwa kejadian tersebut sekitar pukul 20.00 WITA dan bertempat di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukang.
“Kejadian di Pampang 2 lorong 5, kurang lebih jam 20.00 wita,” ungkap AKP Aris Satrio.
Sementara itu, pihak keluarga pelaku melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian.
“Yang tahu awal ibunya tersangka, neneknya korban dan melaporkan ke pihak Kepolisian,” ungkapnya. (Irwan)