Tragis! Tangan Anak Perempuan Terjepit Pintu KRL di Stasiun Duri, Penumpang Panik

Selasa, 25 Maret 2025 16:36 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Jakarta Barat – Insiden menegangkan terjadi di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu (22/3/2025), saat seorang anak perempuan mengalami kejadian mengerikan. Tangannya terjepit di pintu kereta rel listrik (KRL) yang sedang melaju, memicu kepanikan di antara penumpang.

Video detik-detik mengerikan itu diunggah oleh akun TikTok @lidyajunn, memperlihatkan tangan kiri anak perempuan berkerudung merah yang terperangkap di pintu gerbong. Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas tangisannya yang memilukan, sementara para penumpang di sekitarnya berusaha menolongnya meski pintu tidak bisa dibuka.

Situasi semakin mencekam karena KRL terus melaju. Banyak netizen yang menyaksikan video viral tersebut turut merasa ngeri dan prihatin. Tak sedikit dari mereka yang mengingatkan bahwa pintu KRL dapat dibuka secara manual menggunakan tuas darurat, namun hanya bisa dioperasikan oleh petugas untuk alasan keselamatan.

Viral di Media Sosial, Netizen Ikut Prihatin

Baca juga:

IAS Tancap Gas! PORDI Sulsel Cetak Wasit Domino Bersertifikat Lewat ToT Perwasitan

Unggahan ini langsung mendapat perhatian luas. Warganet membanjiri kolom komentar dengan rasa simpati dan kekhawatiran terhadap kondisi sang anak.

“Ya Allah, dengar anaknya bilang kesakitan, ikut nyesek rasanya,” tulis akun @sha***.

“Itu sakit banget, sumpah! Gue pernah kejepit kelingking aja sampe biru, apalagi ini!” ujar akun @erk***.

Tak hanya menyuarakan keprihatinan, beberapa netizen juga menyoroti pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak saat berada di KRL. “Sering banget lihat anak-anak dibiarkan naik turun sendiri. Plis kalau bisa digendong aja, biar lebih aman,” tulis akun @fav***.

Pintu KRL Terkunci Otomatis Saat Berjalan

Baca juga:

Tinggalkan Pesan Nyeleneh, Aksi Maling Gas Elpiji Ini Bikin Netizen Geleng-Geleng

Beberapa netizen juga menjelaskan bahwa pintu KRL memang memiliki sensor otomatis, namun hanya aktif saat kereta berhenti di stasiun. Setelah kereta melaju, sensor tersebut mati dan pintu terkunci rapat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KAI Commuter terkait insiden ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih waspada saat membawa anak-anak menggunakan transportasi umum, serta bagi petugas untuk meningkatkan pengawasan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *