Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.id – Sebuah video yang menunjukkan mobil dinas Maung V3 Garuda Limousine sedang mengisi BBM di SPBU Shell mencuri perhatian publik dan viral di media sosial. Maung V3 Garuda Limousine adalah kendaraan dinas kepresidenan pertama yang diproduksi oleh PT Pindad, perusahaan lokal Indonesia.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @cobeh2022 dan langsung menuai berbagai pertanyaan dari netizen. Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut bertanya, “Ada yang bisa bantu jawab? Mengapa mobil Presiden Prabowo, Maung V3 Garuda Limousine, mengisi BBM-nya di SPBU Shell dan bukan Pertamina?”
Dalam video tersebut, tampak dua mobil Maung Garuda berwarna putih sedang antre untuk mengisi bensin di SPBU Shell, bukan di SPBU Pertamina seperti yang biasa terjadi untuk kendaraan dinas. Kejadian ini semakin hangat diperbincangkan di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi di Pertamina.
Banyak spekulasi muncul, dengan sejumlah netizen berasumsi bahwa pejabat negara memilih mengisi bensin di SPBU Shell karena khawatir dengan kualitas BBM yang diduga “oplosan” di beberapa SPBU Pertamina.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Istana akhirnya angkat bicara. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya adalah rekaman lama yang diambil sekitar empat bulan lalu. Menurutnya, pengisian BBM tersebut terjadi sebelum Maung Garuda resmi digunakan sebagai kendaraan dinas Presiden.
“Itu video lama, sekitar empat bulan lalu, dan pengisian BBM bisa dilakukan di mana saja,” ujar Hasan Nasbi dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa pada saat itu, Maung Garuda belum resmi menjadi kendaraan dinas Presiden Prabowo, sehingga mobil tersebut tidak menggunakan pelat nomor RI 1.
“Mobil itu belum resmi menjadi mobil Presiden, jadi belum ada pelat nomor Indonesia 1 atau RI 1,” tambahnya.
Dengan penjelasan tersebut, Istana berharap agar publik tidak lagi mempertanyakan kejadian tersebut, mengingat mobil tersebut belum digunakan untuk kepentingan dinas Presiden pada waktu video tersebut diambil.